Japel RSUD Ploso Belum Dibagikan, Pegawai Mengeluh

RSUD Ploso Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Belum turunnya dana jasa pelayanan (Japel) kesehatan untuk pegawai RSUD Ploso, Jombang, Jawa Timur, dikeluhkan sejumlah pegawai.

Meski uang pembayaran Japel sudah molor sekitar dua bulan, tak banyak karyawan yang berani membuka suara.

”Ya dari bulan Juni kemarin Japel para pegawai belum menerimanya,” ujar ZR salah satu pegawai RSUD Ploso yang namanya enggan dipublikasikan, Selasa (20/8/2019).

Meski belum diberikan ia dan pegawai lainnya merasa janggal, sebab informasi yang ia terima klaim BPJS Juni sudah tuntas dibayarkan pada pihak RSUD Ploso.

”Kemarin itu memang masih direktur lama, dan teman-teman meminta tanda tangannya ke direktur lama,” katanya.

Hal ini dikarenakan adanya pergantian direktur baru, sehingga membuat pembagian dana japel terbengkalai sampai sekarang.

”Kemudian teman-teman meminta tanda tangan ke direktur baru, akan tetapi orangnya tidak mau karena disebut ada kejanggalan,” terangnya.

Disinggung berapakah besaran japel yang seharusnya diberikan pihak RSUD pada pegawainya, ZR mengatakan bahwa besaran dana pembagian japel yang diterima masing-masing pegawai memang berbeda.

”Saya kira pembagian japel selama ini memang terkesan kurang transparan. Kalau besaran japel saya hanya Rp 500 ribu,” katanya, sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Sementara itu menurut, Direktur RSUD Ploso Ahmad Iskandar Zulkarnain, pihaknya tak menampik bahwa japel pegawai di RSUD Ploso yang ia pimpin saat ini masih belum bisa dibagikan.

”Memang ini tinggalan direksi lama, ada klaim jasa pelayanan yang belum terbayarkan. Yang belum terbayarkan satu klaim BPJS,” ungkap Iskandar.

Disamping itu, imbuh Iskandar, belum bisa terbayarkan japel ini dikarenakan ada beberapa kendala. Namun dekimian, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengusahakan segera dilakukan pencairan japel pegawai.

”Berbagai kendala sudah kita benahi sesuai dengan aturan. Dalam satu dua hari ini bisa dicarikan,” tegasnya.

Ditanya lebih lanjut, faktor apa yang menjadi kendala pencairan japel pegawai, Iskandar tak menerangkan secara pasti faktor utama penyebab belum diturunkannya japel pegawai, namun ia lebih menyinggung proses penghitungan.

”Penghitungan Japel di RSUD ini cukup rumit ,mengingat pegawai sangat banyak dan jumlah yang dibagikan masing-masing pegawai berbeda. Sehingga ini harus dihitung dengan cermat. Rumus formulanya harus dikaji dengan mendalam dan dibicarakan dengan pihak terkait hingga ditemukan keputusan yang dituangkan pada peraturan direktur,” paparnya.

Untuk peraturan direktur sendiri mengacu pada paraturan bupati. Hanya saja, di peraturan direktur ini lebih mendalam. ”Peraturan dasarnya perbup yang mengatur detailanya tiap perorangan diatur lebih lanjut dalam peraturan direktur. Semisal sama-sama dokter spesisalis, akan tetapi di unit berbeda yang satu ramai dan yang satu sedikit, itu nanti japelnya juga berbeda,” terangnya.

Ketika ditanya besaran japel untuk pegawai di RSUD Ploso, dan berapa total dana japel yang dibayarkan RSUD Ploso ke pegawai setiap tahunnya, Iskandar mengaku tidak tau pasti. ”Kalau besaran total keseluruhannya, saya tidak hafal karena angka,” pungkas Iskandar.(elo)