Fragmen ‘Kepulangan’ Bikin Menangis Bupati Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sosiodrama atau fragmentasi ‘Kepulangan’ sukses menggiring emosi penontonnya. Menyaksikan langsung drama ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin sempat meneteskan air mata.

Kepulangan ini merupakan salah satu judul cerita Trilogi Gerilya Panglima Sudirman dalam kegiatan penurunan bendera duplikat pusaka HUT RI ke-74 di Kabupaten Trenggalek tahun 2019, Sabtu.

“Saya sempat meneteskan air mata saat melihat sosiodrama tadi,” ungkap Nur Arifin.

Ditambahkan oleh Bupati termuda ini, beberapa petilsan Jenderal Soedirman yang ada di Trenggalek seperti di Kecamatan Pogalan dan Panggul menjadi inspirasi kisah ini.

“Trenggalek merupakan salah satu tempat sejarah dimana Sudirman memang pernah bergerilya. Apalagi di kantor saya juga ada tandu asli beliau,” imbuhnya.

Terpisah, Widi Suharto penulis naskah dan ide cerita sosiodrama ini menerangkan, Perburuan itu merupakan trilogi sosiodrama gerilya Sudirman yang kedua.

“Ini bagian episode yang kedua setelah episode yang pertama telah sukses terlaksana,”tuturnya.

Yang pertama digelar tahun lalu dengan judul keberangkatan sekarang perburuan. Karena trilogi maka tahun depan itu yang ke tiga, yang terakhir atau penutup yaitu kepulangan.

Dalam cerita ini Desa Bendorejo menjadi salah satu latar cerita dimana Sudirman ditahan oleh anak buahnya karena tidak tahu wajah dari sosok Sudirman.

“Prinsipnya semua pemain harus memahami karakter yang diperankan agar dalam penampilan,”pungkasnya.(ham)

Mengambil salah satu setting tempat Mbendorejo, Widi ingin menegaskan bahwasanya Trenggalek sebagai kota kecil juga ikut andil dalam sejarah kemerdekaan bangsa ini.