Pemasangan Tiang Pancang Kembali Tertunda, Ini Penjelasan PPK RSUD Ploso

Proyek pembangunan gedung rawat inap VIP RSUD Ploso, yang kondisinya mangkrak

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Rencana tahapan pemasangan tiang pancang pada proyek pembangunan gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso, Jombang, Jawa Timur kembali mengalami penundaan.

Hal ini dikarenakan pihak pelaksana belum bisa mendatangkan alat pemancang ke lokasi proyek yang bersumber dana dari APBD 2019 sebesar Rp 9,4 miliar tersebut.

Menurut keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso, Heru Purwanto saat ditemui di lokasi, pihaknya mengatakan bahwa hari ini alat crane sudah dalam perjalanan ke lokasi proyek, usai dibenahi di Sidoarjo. ”Rencananya hari ini alatnya datang, sekarang masih dalam perjalanan,” ujar Heru pada sejumlah jurnalis, Selasa (20/8/2019).

Meski sebelumnya, pihak rekanan sudah berjanji akan melaksanakan pemancangan pada hari Selasa (20/8), namun hal itu belum bisa dilakukan, dan harus ditunda dua atau tiga hari lagi.

”Ini sudah perjalanan saya sudah menunggu, memang kemarin cranenya sempat rusak pada mesin hidrolisnya. Akan tetapi sudah diperbaiki,” terangnya.

Lantaran, pekerjaan pemasangan tiang pancang semakin molor. Heru mengakui, akan mengoptimalkan pekerjaannya. Bahkan, target untuk pemasangan tiang pancang ini bisa diselesaikan dalam waktu 2 minggu. ”Mesin itu nanti akan dimaksimalkan,” terangnya.

Lebih anjut Heru menjelaskan, untuk pemasangan tiang pancang setiap harinya bisa memasang 20 buah. Maka untuk mengejar ketertinggalan, pemasangan juga akan dilembur. “Setelah itu melakukan pembesian kemudian dicor, akan tetapi pembesian juga sudah berjalan,” katanya.

Masih menurut Heru, untuk mengejar ketertinggalan, pihak rekanan menyatakan akan melakukan lembur. Bahkan jika harus menambah pekerja maka, rekanan akan melakukan penambahan pekerjanya.

Ketika disinggung, terkait pemasangan tiang pancang yang mengoptimalkan mesin pemancang nantinya apakah akan mengganggu pelayanan di RSUD PLoso, Heru menyatakan tidak akan mengganggu pasien. Dikarenakan, crane menggunakan hidrolis. Sehingga, tidak ada suara meski kerjanya maksimal.

”Kita gunakan mesin hidrolik jek. Tapi untuk getaran memang masih terasa tapi itu sangat sedikit sekali, itu yang dijelaskan rekanan pada kita,” tegasnya.

Ditanya mengenai adakah teguran pada rekanan, mengingat pelaksanaan proyek sudah molor diluar jadwal tahapan pelaksanaan yang ada dalam dokumen lelang. Menanggapi hal tersebut, Heru mengatakan bahwa ia sudah memberikan surat teguran pada rekanan.

“Sudah kita buat teguran untuk yang pertama kali. Isinya untuk mendatangkan mesin pemancang,” beber Heru.

“Ada 140 titik tiang pancang yang akan dipasang, dan semua ini sudah melalui perhitungan tenaga ahli,” sambung Heru.

Lebih lanjut Heru menjelaskan bahwa tiga pembangunan gedung yang ada di RSUD Ploso sudah sesuai dengan jadwal dan progresnya sudah maksimal. “Ya cuman ini (gedung rawat inap VIP lantai II, red) yang alami keterlambatan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan proyek gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso mengalami keterlambatan. Hingga hari ini, jadwal pengerjaan sudah mengalami perubahan hingga empat kali.

Jadwal ulang, akan dikerjakan pada tanggal 7 Agustus. Namun rencana tersebut, juga kembali gagal. Pasalnya, tiang pancang masih belum jadi dan harus menunggu umur beton siap. Untuk itu, PPK beserta pihak direktur RSUD melakukan penjadwalan ulang, dan pemasangan tiang pancang akan dilakukan pada tanggal 12 Agustus.

Dan pada tanggal 12 Agustus, pihak PPK dan pelaksana kembali melakukan penjadwalan ulang. Rencananya tiang pancang akan dipasang pada tanggal 18 Agustus, mengingat alat crane tiang pancang masih bekerja di Sidoarjo.

Untuk saat ini, pihak pelaksana sudah mendatangkan alat pemancang ke lokasi proyek. Akan tetapi alat tersebut masih harus menjalani pengecekan dan baru siap untuk bekerja dua atau tiga hari lagi.(elo)