Pembagian Japel Pegawai RSUD Ploso Bermasalah, Dewan Beri Peringatan

Ketua Komisi D DPRD Jombang, Syarif Hidayatulloh, saat ditemui jurnalis di gedung dewan

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Adanya keluhan pegawai RSUD Ploso, Jombang Jawa Timur, terkait pembayaran Jasa Pelayanan (Japel) kesehatan, yang bermasalah mendapat respon dari Komisi D DPRD Jombang.

Ketua Komisi D DPRD Jombang, M. Syarif Hidyatullah, meminta pada pihak management RSUD Ploso, agar membayarkan japel sesuai dengan ketentuan, dan dilakukan secara transparan. Mengingat japel itu, adalah hak pegawai.

”Jadi masalah RSUD Ploso ini memang menjadi sorotan, tidak hanya proyeknya saja,” ujar M. Syarif Hidyatullah, pada sejumlah jurnalis, di gedung dewan, Selasa (20/8/2019).

Lebih lanjut, pria yang akarb disapa Gus Sentot ini juga mempertanyakan penyebab belum dibayarkan Japel ke pegawai. Untuk itu, pihaknya member peringatan. ”Kalau memang klaim BPJS sudah dibayarkan, ada apa pembayaran Japel tidak segera dibayarkan,” bebernya.

Untuk itu, politisi dari partai Demokrat itu meminta pembayaran Japel segera dilakukan. Jangan sampai, hal ini menjadi beban kepada pegawai. ”Takutnya nanti, akan berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat di sana,” katanya.

Masih menurut penjelasan Gus Sentot, terlebih lagi Bupati maupun Wakil bupati memberikan kebijakan untuk melakukan pergantian pemipin di RSUD Ploso, dengan harapan rumah sakit plat merah ini bisa lebih maju lagi.

”Pergantian pimpinan ini memang butuh waktu, tapi tentu saja pimpinan itu harus cepat beradaptasi,” tegasnya.

Menanggapi permasalahan japel pegawai itu, Gus Sentot menghimbaukan pada pihak management RSUD Ploso agar tidak bermain-main dengan Japel. Karena memang, sudah banyak contoh kasus hingga masuk ke ranah hukum jika berani bermain-main dengan Japel tersebut.

”Pihak kepolisian maupun kejaksaan bisa melakukan penelusuran terkait hal ini. Apabila memang ditemukan kejanggalan bisa dilakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang ada,” pungkas pria yang kerap disapa Gus Sentot.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pegawai RSUD Ploso mengeluhkan pembayaran jasa pelayanan (Japel) kesehatan. Sebab, hingga  kini pembayaran Japel sudah molor sekitar dua bulan.

Sementara itu, Direktur RSUD Ploso, Ahmad Iskandar Zulkarnain tak menampik japel masih belum bisa dibagikan. ”Memang ini tinggalan direksi lama, ada klaim jasa pelayanan yang belum terbayarkan. Yang belum terbayarkan satu klaim BPJS,” pungkasnya.(elo)