Crane Sudah Datang di Lokasi Proyek, Pemancangan Belum Bisa Dilakukan

Mesin pemancang yang ada di lokasi proyek RSUD Ploso Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Alat crane untuk tahapan pelaksanaan pemasangan tiang pancang pada bangunan gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso, Jombang Jawa Timur, sudah didatangkan oleh pihak rekanan.

Meski demikian kegiatan pemancangan belum juga bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan pihak pelaksana masih harus melakukan pencarian ulang titik pancang.

“Hari ini terrealisasi seting. Dan hari ini sudah start pancang. Dan 10 hari kedepan titik-titik pancang akan terselesaikan,” ujar manager proyek, Topan Dewa, saat ditemui dilokasi proyek, Kamis (22/8/2019).

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso, Heru Purwanto membenarkan bahwa mesin pemancang sudah datang sejak hari Selasa (20/8) lalu, namun karena adanya seting alat pemancang dan pencarian lokasi titik pancang, tahapan pemancang belum bisa dilakukan.

“Crane datangnya kemarin siang dan ditata sampai malam. Karena sudah selesai seting, kini nentukan ulang titik pancang,” ungkap Heru.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, jika penentuan ulang titik pancang selesai dalam waktu sehari, maka tehapan selanjutnya pelaksana akan melakukan pemasangan tiang pancang. Pasalnya, penentuan titik pancang ini sangatlah penting.

“Alat cranenya sudah readi. Nanti kalau titik pancangnya ada pergeseran nanti malah kacau,” terang Heru.

Masih menurut penjelasan Heru, untuk mengejar keterlambatan pemancangan, pihak pelaksana atau rekanan akan melakukan kerja maksimal, dengan memanfatkan waktu. “Ya hari ini aja dua sift kerja,” katanya.

Adanya penentuan ulang titik pancang, menurut Heru sudah diketahui oleh pihak Konsultan pengawas. Meski, dari pantauan di lokasi proyek, pihak pengawas tidak tampak batang hidungnya.

“Ada pengawasnya. Ini pengawasnya dari Surabaya. Di situ tadi ada pengawasnya mas, wong tiap hari di sini, tiap malam juga ada orangnya, sampai jam 12,” kelit Heru.

Disinggung terkait langkah apa yang akan dilakukan oleh PPK untuk mengejar keterlambatan waktu, yang sudah hampir satu bulan lebih itu, Heru menjelaskan bahwa pihak rekanan akan melakukan kerja lembur dan memaksimalkan kerja mesin pemancang. “Ya lembur, sekaligus matrial ndak boleh telat,” tegasnya.

Dan untuk menghindari gangguan kebisingan serta getaran pada pemancangan, Heru mengatakan bahwa pihak pelaksana mempunyai metode teknis yang bisa mengurangi getaran dan kebisingan.

“Ya ndak akan ganggu pasien, ini kan suaranya excavator kalau mesin pemancangnya kan pake yang hidrolik jadi gak terlalu bising,” paparnya.

Ketika ditanya, mengenai sudah rampungkah dokumen perubahan pelaksana, Heru menjawab bahwa saat ini dokumen tersebut, masih dalam pengerjaan. “Tak tanyakan sih kurang sedikit lagi. Kalau hitung ulang strukturnya sudah selesai,” pungkas Heru

Perlu diketahui bahwa pengerjaan pemasangan tiang pancang pada gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso, yang menelan anggaran 9,4 Milyar ini, mengalami keterlambatan hingga 1 bulan lebih. Dan mengalami penjadwalan ulang pemancangan hingga 4 kali.(elo)