Wow, Baznas dan OVO Dirikan Kampung Tanggap Bencana di Banten

OVO donasi Rp 500 juta ke Baznas untuk pendirian Kampung Tanggap Bencana di Banten.

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Bencana gempa bumi dan tsunami Selat Sunda pada bulan Desember 2018 menjadi inspirasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama OVO untuk mendirikan dan mengembangkan Kampung Tanggap Bencana tiga titik di provinsi Banten.

Ketiga titik KTB tersebut adalah Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping; Desa Ciladeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak; dan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.

“Dengan didirikan KTB di tiga titik di Banten, kini Baznas memiliki 16 KTB di Indonesia, antara lain di provinsi Riau, Sulawesi Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bali, NTB, hingga Papua,” ungkap Kepala Baznas Tanggap Bencana (BTB), Dian Aditya Mandana Putri di Kantor Baznas Pusat, Menteng, Jakarta, Jumat.(23/8/2019).

Dian menjelaskan, Tim BTB dari Baznas Pusat dan Baznas Provinsi secara aktif akan mendampingi masyarakat di Kampung Tanggap Bencana hingga dapat mandiri dalam program mitigasi ini.

“Kampung Tanggap Bencana nantinya akan memiliki Kelompok Kerja Tanggap Darurat, kemudian membagi tugas tanggap darurat serta, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul sementara. Beberapa Kampung Tanggap Bencana yang telah dibentuk sebelumnya bahkan telah memeiliki tabungan sosial dan melakukan simulasi bencana secara rutin,” jelas Dian.

Sementara itu, Ahmad Fikri selaku Kadiv Pendistribusian Baznas, mengungkapkan Kampung Tanggap Bencana didirikan untuk mewujudkan kampung yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana.

“Kampung Tanggap Bencana didirikan untuk mewujudkan masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisasi kekuatan yang merusak, melalui adaptasi,” katanya.

Fikri mengharapkan masyarakat agar mampu mengelola dan menjaga struktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana. “Apabila terkena dampak bencana, mereka akan dengan cepat bisa membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau paling tidak dapat dengan cepat memulihkan diri secara mandiri,” ucap Fikri.

Ditambahkan oleh Head of Public Relations OVO, Sinta Setyaningsih bahwa pihaknya sebagai platform pembayaran digital terdepan di Indonesia sangat peduli akan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah rawan bencana.

“Dalam program Kampung Tanggap Bencana ini, OVO bersama dengan para pengguna berhasil mengumpulkan Rp500 juta yang dimanfaatkan dalam program pencegahan bencana oleh masyarakat di Banten,” tutur Sinta.

Pembentukan Kampung Tanggap Bencana diperuntukkan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah yang memiliki ancaman yang besar terhadap tsunami. Unsur yang dilibatkan antara lain pemerintah desa, Pengurus RT/RW, Organisasi Masyarakat di desa, Forum Penanggulangan Resiko Bencana (PRB), lembaga usaha di desa, tokoh masyarakat dan kelompok rentan. @Rudi