Proyek Siluman di RSUD Jombang, Terancam Molor

Baner proyek Gedung Rawat Inap Klas III Paviliun Seruni RSUD Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Proyek pembangunan gedung rawat inap klas III Paviliun Seruni yang terletak di dalam RSUD Jombang, Jawa Timur, tidak memiliki identitas proyek yang jelas.

Bahkan, dari baner yang terpampang, terkesan identitas proyek tersebut sengaja disembunyikan dari public. Selain itu lokasi kegiatan proyek berada di tengah-tengah bangunan megah RSUD Jombang.

Dari pantauan dilokasi, dalam papan proyek tidak tertulis jelas besaran anggaran dan sumber pembiayaan pembangunan gedung tersebut. Papan proyek juga tidak dilengkapi dengan tanggal kontrak dan tanggal awal mula pengerjaan proyek. Namun, hanya disebutkan masa pengerjaan selama 170 hari kalender.

Berdasarkan data LPSE Kabupaten Jombang, diketahui bahwa pagu anggaran untuk proyek tersebut mencapai Rp 3,1 milyar. Anggaran berasal dari RSUD Jombang. Dan kontrak dimulai sejak tanggal 12 Juli.

Dan dalam lelang, diketahui penawar pekerjaan itu, hanya dilakukan oleh satu rekanan, yakni PT. Jaya Semanggi Enjiniring asal Surabaya. Sebagai pemenang, rekanan asal Surabaya itu mengerjakan proyek dengan anggaran senilai 3 milyar.

Kini, hampir satu bulan lebih pekerjaan berjalan. Progres pekerjaan hanya sampai, tahap pembesian. Perlu diketahui, dilokasi proyek hanya ada 5 orang pekerja yang tampak melakukan aktifitas. Tanpa dilengkapi peralatan K3.

Mengenai apakah ada keterlambatan rekanan dalam melakukan pekerjaannya itu. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Jombang, Heri membenarkan bahwa ada kekhawatiran terjadinya keterlambatan dalam pekerjaan tersebut. “Secara schedule memang, namun secara progress belum minus,” terang Heri, saat dihubungi melalui sambungan telephone seluler, Sabtu (24/8/2019).

Akan tetapi, lanjut Heri, untuk mengantisipasi persoalan dikemudian hari, pihak pelaksana dan konsulatan pengawas, sudah dipanggil dan diajak untuk berkordinasi. “Kemarin (hari Rabu, red) kita panggil, dan kita rapatkan. Kalau pakai schedule yang ini, bisa-bisa kuwalahen dikemudian hari,” ujar Heri.

Dalam rapat yang melibatkan TP4D, Heri meminta pada rekanan dan konsultan pengawas untuk melakukan reschedule. “Iya ada reschedule, dan sekarang masih proses. Ya ini belum minus pekerjaannya,” tukas Heri.(elo)