Warga Jiwan Rampok Toko Emas, Pelaku TO Densus 88

Pelaku perampokan tunggal di Toko Emas Dewi Sri, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, tampak dikeroyok warga sekitar. (Foto: Dok Warga)

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Seorang pria nekat melakukan perampokan di Toko Emas Dewi Sri, masuk Kelurahan Telon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu (24/08/2019) sekitar pukul 09.30 pagi lalu.

Pelaku berhasil dibekuk karyawan dan warga sekitar, lalu dihajar hingga babak belur dan diserahkan kepada petugas Polsek Barat.

Pelaku diketahui bernama Yunus Trianto (41) warga Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Informasi dari aparat, pelaku merupakan Target Operasi (TO) Densus 88.

Sejumlah karyawan toko emas mengatakan,” begitu datang, pria berjaket hitam itu langsung menghantamkan kaleng ke etalase toko,”ucapnya.

Ditambahkanya,”Sejurus itu, pelaku menodongkan pistol (mainan), lalu melompat kearah kasir dan beteriak minta uang. Akibat ketakutan, kasir (Harifah) langsung memberikan uang Rp 10 juta. Uang langsung dimasukkan ke tas rangsel. Merasa kurang, pelaku minta uang lagi, tapi tidak diberi,” ujar Iksan salah satu karyawan toko emas.

Baca:  Wartawan Madiun Kecam, Aksi Kekerasan Wartawan

Saat hendak kabur, pelaku membenturkan tangan ke etalase, disusul mengambil 5 cincin dan 3 gelang emas dan dimasukan ke jaket serta menumpahkan permata yang berada diatas meja kasir.

Sial, belum berhasil kabur jauh, pelaku berhasil ditangkap dua  orang warga dan tukang parkir, yang selanjutnya warga lain ikut mengeroyok.

Saat terjadi pengeroyokan itu, karyawan toko emas lainnya, langsung mengambil lagi uang dalam tas rangsel.

Berikutnya, pelaku diserahkan ke Polsek Barat, dalam pemeriksaan ditemukan sejumlah barang bukti (BB) yaitu 2 kaleng diduga bom rakitan, sangkur, pistol mainan, 2 kotak peluru angin kaliber 4,5, 2 petasan, besi panjang 50 cm, 2 korek kayu, 2 baterai, 3 unit HP dan borgol.

Keterangan lain menyebut, pelaku mengaku dari jaringan Isbaqiah, yang setelah berhasil merampok dan memperoleh dana akan disetor untuk hijrah ke Suriah.

Baca:  Dukungan Rakyat Kecil Buat Sugiri Lisdyarita Terus Mengalir

“Kami masih meminta keterangan pelaku dan menghubungi pihak terkait (Densus 88). Soal pengembangan ke Kabupaten Madiun, wewenang jajaran lain,” ujar Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai. (bas)