Meriahkan HUT RI, Ribuan Warga Desa Kemantren Lamongan Ikuti Karnaval

Peran tokoh pewayangan Hanoman, Rama dan Sinta pun ditampilkan oleh peserta dalam karnaval di Desa Kemantren. foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan yakni karnaval dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun 2019 ini, kembali digelar pada Minggu (25/8/2019). Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, karnaval yang diikuti tak kurang dari 37 kelompok peserta mampu mengundang antusiasme puluhan ribu warga masyarakat yang sudah menyesaki jalan utama pantura sejak pukul 12.00 WIB.

Agenda tahunan yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, diakui warga masyarakat selalu ditunggu, mengingat dari tahun ke tahun, kreasi peserta dengan kostum yang dikenakan peserta karnaval senantiasa menarik perhatian.

Ketua Panitia kegiatan tersebut, Zaqi mengatakan, karnaval ini diikuti oleh peserta dengan mengenakan kostum unik dan menarik. Karnaval yang mengambil start di Kemantren Sport Center (KSC) tersebut menempuh jarak hampir 5 kilo meter dengan melewati Jalan Raya Deandeles atau jalan utama pantura. Kemacetan panjang pun timbul akibat dilakukannya buka tutup oleh pihak panitia dibantu oleh anggota kepolisian dari Polsek Paciran serta pihak keamanan dari beberapa pabrik yang berada di Desa Kemantren.

“Sekitar 3.000 peserta yang mengikuti karnaval tahun ini yang berasal dari 31 RT dan 5 lembaga pendidikan dan 1 pondok pesantren. Mereka menghias diri dengan memakai kostum bervariasi dengan tema yang diusung RT nya masing-masing,” kata Zaqi.

Tari jaranan pun dimainkan di tengah jalan raya yang biasanya ramai lalu lalang kendaraan. foto : omdik_kanalindonesia.com

Zaqi juga menambahkan, pelaksanaan karnaval yang bertepatan dengan hari libur akhir pekan sehingga turut memantik antusiasme warga masyarakat untuk menyaksikan secara langsung kegiatan karnaval tersebut. Semarak dan antusiasme warga untuk hadir terlihat dari banyaknya warga yang berdiri dipinggir jalan yang dijadikan route karnaval.

Keberagaman masyarakat sebisa mungkin dicerminkan pada karnaval kali ini. Berbagai budaya ditampilkan melalui kostum dan replika bangunan serta bentuk barang dan hewan yang memiliki arti dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Desa Kemantren merupakan desa yang berada di pesisir laut Jawa sehingga masyarakatnya banyak yang bekerja sebagai nelayan. Pada kesempatan tersebut juga ada yang menghias sebuah mobil menyerupai sebuah perahu yang biasa gunakan untuk melaut mencari ikan.

Selain membawa kemeriahan dan memperkenalkan kearifan masing-masing wilayah, karnaval 17-an seperti ini menunjukkan akan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Semua kostum dan konsep para peserta karnaval tidak akan terwujud tanpa adanya kekompakan antar warga. Kendaraan yang dihias serta atribut karnaval tidak akan selesai tanpa ada gotong royong dari para anggota masyarakat.

“Maka karnaval tidak hanya sekedar hiburan. Tidak hanya sekedar acara peringatan HUT RI. Tidak hanya sekedar memperkenalkan potensi daerah. Lebih dari itu, karnaval membawa semangat gotong royong, kerja sama serta persatuan dan kesatuan antar warga yang memang sangat dibutuhkan di era globalisasi ini,” terang Zaqi.

Kehadiran 5 group drum band dan 3 group tongklek memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan karnaval kali ini. Dia berharap pelaksanaan tahun depan bisa bertambah meriah dengan jumlah peserta yang semakin banyak dan meriah.

Jurnalis : omdik

Kabiro  : ferry mosses