Tak Hanya Investasi Bodong, Umi Salmah Juga Lakukan Banyak Penipuan

LUMAJANG, KANALINDONESIA.COM: Umi Salmah (51) warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang sedang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia.

Betapa tidak, ternyata ia selain menjalankan investasi bodong selama puluhan tahun, ternyata selama itu juga dirinya melakukan berbagai penipuan dengan berbagai modus terhadap para korban.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan akan menelusuri aset yang dimiliki oleh pelaku.

“Saya tidak langsung percaya dengan pengakuan tersangka yang mengatakam sudah tak memiliki aset sama sekali, karena investasi bodong ini sudah berjalan puluhan tahun dengan total kerugian nasabah hingga puluhan miliar rupiah. Selain itu, dirinya(Umi Salmah) juga melakukan berbagai macam penipuan untuk mengeruk uang korban. Ada indikasi pelaku ini menyimpan rapat asetnya disuatu tempat, sehingga bisa ia gunakan di kemudian hari setelah keluar dari penjara,” tandas AKBP Arsal.

Diketahui sejauh ini rangkaian penipuan Umi Salmah selain investasi bodong adalah sebagai berikut :
1). 9 mobil senilai 1,6 miliar di Malang
2). 5 sertifikat tanah dan bangunan (3 sertifikat sawah, 1 sertifikat rumah, 1 sertifikat gudang) senilai 4,5 miliar
3). 1 sertifikat tanah berdirikan 3 bangunan rumah, BPKB 1 unit mobil avansa. BPKB 4 unit Bus senilai 1.8 miliar
4. 1 sertifikat tanah rumah seharga Rp2 miliar (dibayar 800jt 5 bilyet giro kosong)

Diperkirakan masih banyak korban lain yang masih belum melaporkan ke pihak kepolisian. Tim Cobra pun membuka posko pengaduan investasi bodong maupun pihak mana saja yang merasa dirugikan oleh Umi Salmah agar segera melaporkan ke posko tersebut.

AKP Hasran Cobra kasat reskrim Polres Lumajang menyampaikan,“posko aduan penipuan Umi Salmah kami masih buka, yang merasa dirugikan agar segera laporkan ke Sat Reskrim Polres Lumajang,” ungkap AKP Hasran yang juga selaku katim cobra Polres Lumajang.