Dewan Angkat Bicara Soal Preman di Pembangunan UB

KANALINDONESIA.COM : Santernya informasi terkait proteksi yang dilakukan oleh pihak pelaksana pembangunan Universitas Brawijaya ( UB) yaitu PT.Duta Karya Perkasa membuat kalangan anggota DPRD Kota Kediri, menyayangkan langkah yang diambil oleh pihak pelaksana pembangunan.

Yudi Ayub Chan dari fraksi Demokrat, Komisi C DPRD Kota Kediri mengatakan, sudah tidak jamanya lagi memakai preman dan menjaga proyek menggunakan orang orang preman.

“Preman harus lenyap dari Kedir,i” kata Yudi Ayub Chan saat ditemui diruanganya, Selasa( 29/11/2016).

UU Keterbukaan informasi saat ini sudah diberlakukan, jadi siapa saja berhak mengetahui apapun itu yang sifatnya untuk publik.

“Pembangunan proyek pemerintah itu memakai uang rakyat, jadi masyarakat berhak mengetahuinya walaupun lewat media,”kata Yudi.

Yudi juga menambahkan, jika memang pihak pelaksana pembangunan mengosongi plakat pembangunan UB, hal tersebut perlu dipertanyakan.

“Seharusnya pihak pelaksana transparan dengan menulis anggaran yang dimenangkan,” imbuh Yudi.

Yudi juga menyarankan pada pihak pelaksana pembangunan, untuk lebih transparan pada publik dan terkait dewan akan memanggil pihak PT. Duta Karya Perkasa hal itu tentunya akan dikoordinasikan dahulu dengan anggota dewan lainya.

“Yang terpenting masyarakat dan juga media menginformasikan secara benar agar tak terjadi hal hal yang membuat polemik UB semakin melebar, “pungkas Yudi.

Untuk diketahui pada berita sebelumnya dituliskan pihak pelaksana pembangunan UB Kota Kediri sangat proteksi dengan wartawan yang akan meliput proses pembangunan, hingga preman dikerahkan untuk menghadang dan meminta wartawan melapor ke kantor dengan menunjukan identitasnya dahulu. (G Marmoyo)