Gedung Baru Proses Dibangun, RSUD Ploso Sudah Datangkan Ranjang Pasien Baru

Puluhan ranjang pasien baru, yang diletakkan di lorong-lorong gedung RSUD Ploso

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Puluhan ranjang pasien baru sudah didatangkan oleh pihak pengadaan RSUD Ploso Jombang, Jawa Timur, meski gedung rawat inap di rumah sakit plat merah itu, masih dalam tahap pembangunan.

Karena belum ada ruangan, ranjang pasien baru tersebut diletakan di luar gedung. Di area ruangan terbuka. Ranjang pasien baru yang sebagian masih terbungkus plastik tersebut tampak berjejer rapi di lorong-lorong gedung Central Starile Supply Department (CSSD).

Menurut keterangan Direktur RSUD Ploso dr Ahmad Iskandar Zulkarnain, pihaknya membenarkan bahwa pengadaan ranjang pasien baru didatangkan lebih awal, sebelum gedung rawat inap itu jadi.

”Pengadaannya tahun ini, karena pada saat saya menjabat disini (RSUD Ploso, Red) itu pertengahan Juni bareng dengan ranjang itu,” ujar Iskandar, Kamis (29/8/2019).

Ditanya berapakah jumlah ranjang baru untuk gedung rawat inap yang masih dalam pembangunan. Dan berapakah besaran anggaran pengadaan ranjang pasien itu. Iskandar mengungkapkan, untuk pengadaan ranjang pasien tersebut sebanyak 23 buah.

”Sekarang saya masih rapat di Malang, tadi saya sudah tanyak kepada bagian pengadaan anggarannya kurang tahu persis tapi kurang lebih Rp 300 jutaan,” katanya.

Lebih lanjut Iskandar mengakui bahwa, diletakannya ranjang pasien di depan gedung CSSD dikarenakan bangunan gedung rawat inap baru belum selesai. Selain itu, tidak ada gudang yang luas untuk menampung ranjang tersebut.

”Itu kan volumenya sangat besar, sehingga tidak bisa disimpan di gudang. Jadi letak yang paling aman di depan gedung CSSD karena ada ruangan sebelum jalan naik itu,” ungkapnya.

Masih menurut penjelasan Iskandar, pengadaan ranjang pasien baru ini, sengaja dipesan lebih awal. Mengingat pengalaman tahun sebelumnya pada saat melakukan pengadaan obat. Pihak pengadaan memesan diakhir, sehingga tidak kebagian obat untuk kebutuhan pasien rumah sakit.

”Ya ini pengadaan melalui e-purchasing dikhawatirkan untuk ranjang tidak kebagian. Apabila tidak kebagian nanti bangunan tersebut malah tidak bisa digunakan,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa, selama proses pembangunan gedung rawat inap lantai II RSUD Ploso yang baru, rumah sakit yang masuk kategori BLUD ini, terus menjadi sorotan public.

Mengingat banyak sekali, anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di sekitar utara berantas.(elo)