Mesin Pemancang Rusak, Proyek Gedung RSUD Ploso Berhenti

Alat pemasang tiang pancang di lokasi pembangunan proyek gedung rawat inap lantai II RSUD Ploso

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Proyek pembangunan gedung rawat inap lantai II RSUD Ploso, Jombang Jawa Timur kembali terhenti. Hal ini dikarenakan alat pemasang tiang pancang alami kerusakan.

Akibatnya, kegiatan pemasangan tiang pancang pada proyek pembangunan gedung senilai Rp 9,4 miliar terhenti.

”Masih menuntaskan pemancangan. Kebetulan Untuk hari ini berhenti, karena terkendala tali sling alat pemancang sudah aus,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso, Heru Purwanto, Selasa (3/9/2019).

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Dan untuk sementara kegiatan pemancangan berhenti, menunggu penggantian tali sling. ”Kalau kita paksakan nanti berbahaya, sebab kondisi talinya sudah tidak layak,” katanya.

Perlu diketahui bahwa tahapan pemancangan sudah hampir selesai. Dari total 140 tiang pancang, sudah ada sekitar 120 tiang pancang yang sudah terpasang. ”Tinggal melanjutkan 20 tiang pancang, tinggal leter L saja, sehari bisa selesai,” ungkapnya.

Disinggung terkait, kendala itu, Heru mengatakan bahwa, ia sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk konsultan pengawas.

”Saya juga sudah komunikasi dengan pelaksana, dari pabrikan tali sling juga sudah siap juga. Mungkin besuk setelah tali sling diganti baru, pemancangan bisa dituntaskan,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai laporan progress pekerjaan pembangunan gedung rawat inap, Heru mengaku belum mengetahui progress pekerjaan tersebut. Lantaran ia masih menunggu laporan. ”Untuk progresnya belum tahu, karena belum ada laporan,” tukasnya.

Terpisah, Manajer pelaksana proyek dari PT Angghaza Widya Ridlamulia, Topan Dewa, belum bisa memberikan keterangan. Pasalnya ia sedang tidak berada di lokasi proyek. ”Maaf saya masih ada kegiatan di luar kota,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan proyek gedung rawat inap lantai II RSUD Ploso Jombang, mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan adanya, perubahan pelaksanaan. Yang dikarenakan, adanya kesalahan spek dalam dokumen perencanaan. Dimana tiang pancang yang ada dalam dokumen lelang tidak standart SNI.(elo)