JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Begini khasiat rempah-rempah yang diolah sebagai minuman yang bisa meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Terlebih hasil olahan rempah dibagikan gratis yang diperuntukkan bagi warga yang terpapar Covid 19.

Begitulah yang dilakukan oleh Kepala Desa Ceweng, Kecamatan Diwek ini. Dalam upaya ikhtiar bersama mengobati warganya, dapur kantor Desa sibuk memproduksi minuman berbahan baku yang mudah ditemui dilingkungan sekitar.

Jamu tradisional yang diolah dengan cara sederhana ini, dari segi rasanya yang enak dan tidak pait, ini dapat memperkuat imun tubuh khususnya bagi ratusan warga yang telah merasakan khasiat dari jamu itu,” kata Imam Subata, Kepala Desa Ceweng.

Dijelaskan Imam, meskipun ini bukan obat-obatan, pastinya jamu tradisional gratis ini bisa menjadi alternatif pendamping vitamin yang diberikan oleh dokter. Rempah-rempah yang didapat ini memang sebelumnya diberikan oleh teman-teman, yang memang bisa dijadikan penambahan imun tubuh.

Dengan dipakainya rempah-rempah racikan pilihan ini yang tidak pait, bagi warga yang telah merasakan selalu mengatakan ini dapat menghangatkan tubuhnya, karena ada ramuan seperti daun serikaya, ditambahkan gula aren, rasa jamu gratis ini terasa gurih dan manis saat diminum,” imbuhnya.

Mengenai proses pembuatannya yang terbilang mudah, serta bahan-bahan rempah yang dipakai sering kali ditemui di lingkungan sekitar masyarakat. Untuk bahannya diantaranya, ada daun pandan, daun srikaya serta daun jambu air, kemudian juga ada kencur, kapulaga, jahe dan terakhir gula aren. Sebelum semuanya dimasak menjadi satu, terlebih dahulu jahe serta kencur diiris atau dipotong kecil-kecil dan kemudian di lembutkan bersama kapulaga dengan blender. Setelah itu, setelah semuanya lembut, daun-daun yang tadi direbus menjadi satu beserta rempah-rempah yang dihaluskan dan ditambahkan rasa manis dari gula aren, sampai setengah jam atau 40 menit sampai jamu tradisional ini matang.

Setelah mendidih matang, rebusan rempah-rempah tadi di saring disebuah tempat ceret berukuran 6 liter air. Kemudian saringan air jamu tadi yang sudah hangat satu persatu dimasukkan ke dalam plastik sebanyak 1 liter yang nantinya siap diberikan kepada para pasien isoman maupun yang sedang terpapar Covid-19,” jelasnya.

Imam menyebutkan, sebelum PPKM Darurat desa dapat membuat sampai 40 hingga 70 per liter dalam sehari. Tetapi karena permintaan masyarakat semakin banyak, ia dibantu perangkat desa setempat, dimasa pandemi sekarang dalam sehari dapat memproduksi sampai 100 lebih hingga mencapai 200 liter mulai pagi hingga sore, bahkan sampai larut malam agar masyarakatnya bisa sembuh selama perawatan isoman maupun saat berada di rumah sakit.

Bagi warga yang ingin memakai jamu ini, kami tidak memungut biaya bagi warga setempat maupun dari berbagai daerah lainnya. Alhamdulillah dengan ramuan jamu ini, beberapa Kades ikut membantu membuat jamu ini didesanya masing-masing agar warganya sembuh. Mengenai anggaran, memang memakai uang pribadi, namun sekarang juga banyak para donatur dan para relawan yang membantu baik itu diberikan bahan dan juga ada uang untuk bahan-bahan lainnya yang harus dibeli, seperti LPG, plastik maupun bahan jahe dan gula aren ataupun lainnya,” terangnya.

Dengan banyaknya logistik jamu yang semakin banyak, ia berharap warga yang kini sedang terpapar Covid-19 bisa dapat tertolong tanpa dipungut biaya untuk 1 liter plastik jamu tersebut. Cukup datang ke kantor desa, pihaknya bakal memberikan secara cuma-cuma, supaya masyarakat sembuh dan selalu ikhtiar bersama. Selama ini, dari catatan Desa Ceweng, dari 44 kasus warganya mengalami Covid 19, hanya 2 kasus saja yang tidak terdata dari desa sehingga pihaknya belum sempat memberikan jamu tradisional ini kepada pasiennya.

“Alhamdulillah sudah banyak warga kami yang sembuh dengan meminum jamu gratis Desa Ceweng. Dari 4 ribu warga di 3 Dusun hanya 10 persen saja yang tidak tertolong. Namun 90 persen lainnya baik itu warga yang sedang kritis maupun memiliki gejala ringan dalam waktu hampir seminggu mereka yang meminum jamu ini semuanya sembuh dan bisa kembali dikediamannya masing-masing serta pola nafsu makanannya kembali lahab dan normal,” pungkasnya.(Bio)

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here