Puncak Petik Laut Aeng Panas Hadirkan Ragam Kesenian dan Pawai

SUMENEP, KANALINDONESIA.COM: Setelah melalui aneka macam lomba dan kesenian yang regreatif, seni budaya dan olahraga, akhirnya Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memeriahkan Puncak Petik Laut dengan arak arakan kesenian dan pawai santri, Ahad (15/09/2019).

Pawai kesenian bergerak tersebut dilepas dari Kantor Balai Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan dari jam 8 pagi dan diikuti pawai santri dari 9 lembaga pendidikan, seni tradisional utusan Per Dusun , rombongan JJS dan warga masyarakat berduyun duyun. Didepan sekali tampak gitek larung sesaji laut dibawa mobil hias dikawal perangkat desa.

Warga desa laki perempuan tumpah ruah di lokasi acara. Sebelum acara dimulai, musik elekton dengan sederet artis papan atas.

Pj. Kades Aeng Panas Ach. Subairi Karim dalam sambutannya mengingatkan bahwa kegiatan tersebut adalah event budaya bukan agama.

” Ini budaya warisan leluhur, bukan agama. Budaya yang baik selalu lahir menjadi infrastruktur agama. Budaya harus dipelihara dan dilestarikan agar dapat memberi nafas pada agama. Niati menyedekahi warga nelayan dan merokati Desanya,” ujarnya ditengah kerumun group kesenian yang sudah tidak sabar menunggu giliran tampil.

Sementara Ketua Panitia Hamim, S.Pd. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa rokad tasek tahun ini bersamaan dengan bulan Muharram atau bulan rokad.

” Bulan Muharram bulan selamatan, banyak nabi diselamatkan Allah di bulan ini. Pas banget dengan acar petik laut, kita berharap warga makin selamat dan kompak setelah petik laut ini, rezeki makin kancar, dan barokah makin dirasakan “, serunya saat ditanya manfaat kegiatan petik laut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Perangkat Desa, BPD, PKK, Kader Posyandu, tokoh nelayan, dan warga dari dalam dan luar desa. Saweran atau sedekah uang receh kepada pelaku seni merwarnai rentetan acara dari pagi sampai siang hari. Acara doa syukuran sebagai tanda pelepasan Gitek (sesajen) dibacakan K. Washil Asiz, selanjutnya sesaji dilarung kelaut dibawa puluhan sampan nelayan yang sudah siap membawa sesaji ke tengah lautan lepas. (Ziad)