Tipu Daya Skema Piramida Q Net Sasar Mahasiswa, Inilah Kisah Korban Q-NET(Part 10)

LUMAJANG, KANALINDONESIA.COM: Kapolres mensosialisasikan terkait bahayanya bisnis perdagangan model piramida kepada mahasiswa STIE Wisya Gama Lumajang karena Kasus money game model ini telah menelan banyak sekali korban diseluruh Indonesia. Dengan berbagai cara senior Qnet merekrut anggota baru.

ternyata salah satu mahasiswi bernama Fanny pernah tertipu oleh senior Qnet pada bulan februari 2019 dengan modus diawali dengan penipuan.

Fanny warga Dusun Kebonan Kec Pasirian menjelaskan bahwa dirinya pernah menjadi korban dari bisnis Qnet saat berada di Surabaya. Dirinya mengaku diarahkan ke gedung Pakuwon Center lantai atas untuk mendapat presentasi dari 2 orang senior Qnet bersama banyak orang rekrutan baru lainnya.

Fanny yan kala itu tidak memiliki uang disarankan untuk menggadaikan barang dan menjual semua perhiasannya untuk membeli sebuah prodak dari Qnet seharga 10Jt. Fanny menjelaskan dirinya juga dipaksa untuk segera merekrut orang dengan cara yang sama yakni menawarkan pekerjaan sebagai pendata barang dengan gaji 3Jt per bulan.

Fanny yang merasa tertipu mencari cara untuk kabur dari tempat itu. Dirinya melarikan diri dibantu dengan ibu Kosnya di Surabaya dan diantarkan ke terminal agar dapat kembali pulang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan “Bisnis dengan skema system piramida sangat rentan dijadikan model money games atau permainan uang. Kalaupun ada barang, sebenarnya penjualan barang hanyalah sebagai kedok belaka. dalam konsep skema piramida, secara teoritis yang menang maksimal hanya 13 % dan yang kalah 87 %. makanya model bisnis skema piramida dilarang di banyak negara di dunia karena sangat berbahaya“ ungkap Arsal yang merupakan alumnus S3 Universitas Padjajaran Bandung angkatan 2010 bidang hukum bisnis.

Menurut Galih salah satu peserta dalam kegiatan ini mengungkapkan “saya berterima kepada pak Kapolres atas pengetahuan terkait money game dengan model bisnis piramida, karena sebelumnya saya tidak tau sama sekali terkait money games”. Kata galih.