Pintro Lite Tawarkan Manajemen Dunia Pendidikan Secara Digital

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Saat ini dunia pendidikan dituntut menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan.

Oleh karena itu, Pintro selaku salah satu penyedia platform handal dalam mendigitalisasi layanan pendidikan, meluncurkan aplikasi Pintro Lite.

Syarif Hidayat, CEO dari Pintro mengatakan Pintro Lite nantinya akan mendigitalisasi semua layanan dunia pendidikan, mulai dari profil sekolah, proses pendaftaran siswa baru, bayar iuran SPP, nilai raport, akunting, payroll, dan lain-lain yang semuanya dalam satu integrasi yang dapat di akses 24 jam secara online dan mobile apps.

Syarif Hidayat, CEO dari Pintro.

“Pintro Lite dapat dikses dengan mudah oleh pihak sekolah, orangtua murid, pelajar dan mahasiswa selama 24 jam secara online dan dari smartphone,” ujar Syarif Hidayat ditemui di acara pameran pendkdikan dan inivasi pendidikan GESS Indonesia 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Ia memaparkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, dimana berdasarkan survei penduduk antar sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2019 diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa. Dan berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per April 2019 jumlah pengguna internet saat ini sudah berjumlah 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia sudah terhubung ke internet.

Dengan jumlah penduduk yang sangat besar tersebut, Indonesia merupakan market yang sangat menarik bagi perusahaan asing yang sudah jauh lebih unggul terlebih dahulu sisi teknologinya dibandingkan Indonesia.

“Kita harus sepakat bahwa semua lini dan industri harus bertransformasi digital segera apabila ingin tetap bertahan dan mengambil bagian dari market di Indonesia. Karena saat ini bisa kita lihat teknologi digital telah merubah segalanya hal dari mulai cara kita hidup, bertransaksi dan bersosialisasi,” katanya.

“Pintro Enterprise itu lembaga pendidikan khusus berbayar yang menampung sekitar 200 sekolah di DKI Jakarta. Sedangkan Pintro Lite sebagai sebuah platform marketplace ekosistem digital dunia pendidikan pertama di Indonesia berbasis ERP,” imbuhnya.

Prosesi peluncuran Pintro Lite di JCC Senayan, Jakarta, Rabu.(18/9/20199.

Ia menuturkan, Pintro Lite dapat di unduh secara free di apps store oleh semua lapisan lembaga pendidikan dan masyarakat (orangtua dan siswa) mulai dari tingkat sekolah, perguruan tinggi dan lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Beberapa fitur digital yang ada dalam aplikasi Pintro Lite dapat di gunakan oleh orangtua murid ataupun siswa mulai dari pendaftaran online, pembayaran secara cashless, technology QR untuk proses pembayaran menggunakan e-wallet di kantin ataupun absen dan kunjungan perpustakaan ataupun informasi kelas seputar info tugas, ujian dan lainnya,” kata Syarif.

Ia mengharapkan adanya Pintro Lite ini, semua lembaga pendidikan dapat memanfaatkan layanan digital untuk meningkatkan kapasitas layanan mereka ke publik, tanpa harus memikirkan biaya pengembangan aplikasi digital yang cukup besar, sdm untuk mengelola aplikasi tersebut ataupun teknologi yang handal , karena semua hal tersebut di tangani oleh Pintro sekarang.

“Pintro itu berasal dari bahasa Sansekerta artinya pintar. Dengan arti luas melalui pendidikan ingin kita semua lebih pintar atau cerdas agar hidup menjadi oebih baik lagi,” tutur Syarif. @Rudi