Warga Korban Banjir Dapat Bantuan Sembako Dari Pemdes Sumberjo

pemdes sumberjo saat membagikan sembako kepada para korban banjir bengawan Solo( foto : Elo_KIcom)
pemdes sumberjo saat membagikan sembako kepada para korban banjir bengawan Solo( foto : Elo_KIcom)

KANALINDONESIA.COM, TUBAN : Sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir akibat luapan air sungai bengawan Solo, mendapatkan bantuan berupa sembako dari Pemerintah Desa (pemdes) setempat, pasalnya hingga sekarang para korban banjir belum mendapatkan uluran bantuan dari Pemda Tuban.

Meski banjir ini sudah 7 hari merendam rumah-rumah penduduk di wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Warga terdampak banjir yang berada di wilayah Desa Sumberjo, Kecamatan Rengel khususnya Dusun Lampah, Glonggong, Sugihan, mendapatkan bantuan 200 paket sembilan bahan pokok (sembako).

Suhadi selaku Kepala Desa Sumberjo menuturkan bahwa pemerintah desa sengaja memberikan bantuan sembako untuk dibagikan pada 200 Kepala Keluarga (KK).

“Bantuan sembako ini kami berikan pada warga korban banjir. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pemdes, mengingiat hampir tiap tahun peristiwa banjir ini melanda desa kami,” ujarnya, Rabu (30/11/2016).

Masih menurut Suhadi, ini adalah langkah awal yang dilakukan pihak Pemdes, untuk selanjutnya kita masih membuka posko bantuan bagi para donatur yang ingin dan turut berpartisipasi dalam menangani korban banjir bengawan Solo.

“Ini merupakan langkah awal yang dilakukan Pemdes terkait penanganan korban banjir. Kami melalui posko penanggulangan bencana banjir, masih menunggu bantuan dari pemda, serta dari donatur-donatur yang turut peduli terhadap wrga korban banjir,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Kades Suhadi,”kami berharap Pemkab segera turun mengambil bagian dalam penanganan korban banjir, pasalnya hingga kini belum ada langkah yang diambil oleh Pemkab Tuban, meskipun banjir sudah berlangsung satu minggu,” harapnya.

Berbagai upaya dilakukan oleh Pemdes untuk menangani korban banjir, dan untuk saat ini di Desa Sumberjo ada 250 KK yang menjadi korban luapan air Bengawan Solo tersebut, hingga saat ini rumah-rumah warga terendam air, bahkan sawah yang luasnya puluhan hektar, terancam gagal panen.(Elo_KIcom)