Pengusaha Muda Kembangkan Bisnis Anak Ayam, Buka Peternakan Baru Dengan Model Kemitraan

KANALINDONESIA.COM, Surabaya PT Djayeng Bumi Perkasa kini mengembangkan bisnis peternakan ayam yang terintegrasi lewat penambahan peternakan day old chick (DOC) parent stock (PS).

“Kami kembangkan bisnis ayam dengan rencana membuka peternakan baru,” demikian disampaikan Direktur Utama PT Djayeng Bumi Perkasa, Tomi Gandhi Sasongko di Hotel Somerset Surabaya, Kamis (19/9/2019).

Pengusaha muda berusia 35 tahun ini menjelaskan, bisnis peternakan ayam terintegrasi lewat pengembangan ternak baru induk ayam sendiri sehingga nantinya dapat terlepas dari gejolak harga ayam di sisi hilir.

Permintaan akan DOC ia sebut tak terganggu karena pengadaan DOC lewat impor masih diatur pemerintah dan disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.

Karena itu dalam upaya peningkatan penjualan, PT Djayeng Bumi Perkasa telah melakukan berbagai promosi melalui pameran dan bekerjasama dengan pemerintah.

Rencananya pada Tahun 2020, PT Djayeng Bumi Perkasa akan meningkatkan produksi DOC hingga 30% dengan perbaikan di indukan.

Direktur Utama PT Djayeng Bumi Perkasa Tomi Gandhi Sasongko (tengah).

“Untuk produksi DOC, kami akan melakukan penambahan SDM yaitu ahli dalam breeding dan mendalami feather sexing, sehingga dapat terbuka peluang untuk ekspor ke Malaysia dan Singapura,” papar pemilik PT Djayeng Bumi Perkasa ini.

Menurut Tomi, pada tahun 2019 perusahaan telah memasarkan produk ayam sebanyak 400.000 hingga 700.000 ekor dengan sebaran pemasaran di Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

“Sekarang sudah menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Penyebaran menggunakan model kemitraan. Kami akan tetap bermitra bersama penetas rakyat untuk memperluas dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar jelas Tomi.

Selain bermitra dengan penetas rakyat, PT Djayeng Bumi Perkasa juga sudah mulai memproduksi dan memperbanyak DOC sendiri. Hingga saat ini permintaan pasar reguler atau langganan sudah sangat terpenuhi.

Tidah hanya memproduksi ayam, sebut Tomi, perusahaan juga bekerja sama dengan New Hope Liuhe perusahaan asal China dengan mendistribusikan pakan ayam di Jawa Timur.

“Produk inti yang dihasilkan PT Djayeng Bumi Perkasa dari hulu ke hilir yaitu DOC, ayam pedaging, hingga karkas,” demikian Tomi.

Berdasarkan perhitungan Direktorat Perbibitan dan Produksi Peternakan Kementerian Pertanian, saat ini potensi produksi DOC kualitas final stock (FS) selama Juni sampai Agustus 2019 berada di kisaran 69-72 juta per minggu dengan perhitungan dasar setiap ekor DOC jenis grand parent stock (GPS) menghasilkan 40 ekor parent stock (PS) dan setiap DOC PS memproduksi 140 DOC FS.ria