Wakil Ketua DPR RI Farouk Muhammad Apresiasi Kesepakatan GNPF MUI dan Polri

wakil-ketua-dpr-ri-farouk-muhammad-apresiasi-kesepakatan-gnpf-mui-dan-polri
Wakil Ketua DPR RI Farouk Muhammad ( istimewa)

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Wakil Ketua DPR RI Farouk Muhammad mengapresiasi kesepakatan antara pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepolisian dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI terkait pelaksanaan aksi bela Islam III pada Jumat, (2/12/2016) di kawasan Monas Jakarta dengan menggelar shalat Jumat dan doa bersama.

“Kita bersyukur telah terjadi komitmen bersama antara kepolisian dan para ulama, tentu situasi seperti ini kita butuhkan untuk mengawal jalannya aksi 212. Kesepakatan tersebut, dengan sendirinya menepis dugaan adanya potensi makar maupun bersitegang satu sama lain,” tegas senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dalam keterangannya pada wartawan di Gedung DPD RI Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Menurut Farouk, agar para peserta aksi mentaati semua aturan hukum dan menciptakan kondisi yang kondusif selama berlangsungnya kegiatan 212. Adapun kepada elemen masyarakat lainnya agar dapat memahami dan tetap beraktivitas seperti biasa.
DPD juga memberikan apresiasi khusus kepada pihak kepolisian yang telah mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif dalam menghadapi aksi 212.

Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini mengingatkan aparat keamanan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan proporsional dalam menghadapi aksi 212. Misalnya jika waktu aksi melampaui waktu yang telah ditentukan tidak lalu harus dibubarkan dengan upaya paksa

“Proses hukum terhadap Basuki Tjahja Purnama (BTP) sudah diserahkan oleh penyidik kepada Jaksa penuntut umum. Meskipun demikian, jikapun ada pelaksanaan unjuk rasa untuk mengawal hal itu tentu secara prinsip dibolehkan karena sesuai konstitusi dan tidak melanggar UU. Asalkan berjalan tertib dan terkendali,” kata Ketua Majelis Percepatan

Pembangunan Daerah (MPPD) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.
Karena itu dia meminta kepada seluruh elit agar menghadirkan suasana yang sejuk dengan menahan diri dari komentar yang memojokan atau membenturkan antara aparat keamanan dengan peserta aksi.

“Saya berkeyakinan bahwa aksi tersebut akan berjalan lancar, sebagaimana kita lihat saat pelaksanaan aksi yang sama pada hari jumat 4 november lalu.” pungkasnya.