Bengawan Solo Meluap, Warga Ngawi Mulai Mengungsi

Warga mulai mengungsi
Warga mulai mengungsi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI : Puluhan kepala keluarga (KK) Lingkungan RT 07/RW 04 atau sekitar pemukiman di Gang Pudak, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi Kota, Jawa Timur harus mengungsi di tempat yang lebih aman, karena lingkungan tempat tinggal mereka tergenangi luapan air Bengawan Solo.

“Kalau di lingkungan sini banjir berasal dari luberan Kali Cupo atau anak sungai Bengawan Solo yang terus naik hingga sekarang. Terpaksa warga yang rumahnya terkena luapan banjir harus mengungsi ke rumah kerabatnya atau juga ada yang memilih bertahan,”terang Rahmad warga Kelurahan Margomulyo, Kamis (01/12/2016).

Dielaskanya, ketinggian air yang menggenangi pemukiman penduduk ini bervariasi ada yang 30 centimeter tetapi ada juga yang mencapai 1 meter.

Banjir semacam ini terangnya, mendasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya bisa terjadi lebih dari empat hari bahkan satu pekan. Namun dalam kurun waktu tersebut tinggi banjir memang pasang surut tergantung intensitas hujan.

“Kejadian sekarang ini sama dengan tahun lalu yang turun naik permukaan airnya. Misalkan semalam itu sempat surut sedikit tapi kini airnya naik lagi,”urai Rahmad.

Air juga menggenangi RT 04/RW 02, Lingkungan Mulyorejo, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi Kota, menurut keteranganya dilokasi ini banjir mulai merambah pemukiman sejak empat hari lalu. Tetapi kondisinya naik turun hanya saja sejak dua hari terakhir malah mengalami kenaikan terus secara perlahan terbukti ketinggian air mencapai 1 meter.

Seperti kata Nanang Ketua RT 04 Lingkungan Mulyorejo, luapan Bengawan Solo setidaknya menggenangi 16 rumah terdiri 27 KK dari 78 jiwa.

Untuk mengantisipasi banjir susulan bersama warga terus memantau pergerakan air dari Bengawan Solo yang berjarak tidak kurang 100 meter itu.

Banjir dilingkungan RT sini sudah terjadi empat hari lalu dan itupun naik turun. Untuk sementara sebagian warga ada yang mengungsi di tempat yang lebih tinggi dan aman namun sebagian lagi ke rumah saudaranya, pungkas Nanang. (dik)