Unit Reskrim Polsek Sambit Ponorogo Amankan Tiga Pengedar Sabu dan Ribuan Pil Koplo Asal Tulungagung

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Unit Reskrim Polsek Sambit Kepolisian Resort Ponorogo mengamankan MSF(19) warga Dukuh Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulung agung, MR(28) warga Dusun Ngrance, Desa Ngrance, Kecamatan Pakel, Tulung Agung, FHH(26) warga Dusun Krayan, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulung Agung, pelaku peredaran narkotika jenis sabu dan pil dobel L, Sabtu(18/09/2019).

Penangkapan para tersangka ini bermula pada sekira bulan September  2019, Polsek Sambit mendapat informasi bahwa ada salah satu warga sering mengadakan pesta miras dan sering mengkonsumsi Pil double L bersama teman temannya.

Mendapati informasi tersebut Unit Reskrim Polsek Sambit langsung melakukan penyelidikan, hingga mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan membeli pil double L dari seseorang yang beralamatkan di Kabupaten Tulung Agung.

Kemudian pada hari Jum’at( 27/09/2019), sekira pukul 21.00 WIB Unit Reskrim Polsek Sambit telah mengamankan  ERD(25) warga Dukuh Pohcacing, Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Ponorogo yang kedapatan membawa 1 linting kertas yang berisikan 3 butir pil doubel L, 2 butir pil doubel, dimana menurut pengakuannya, pil doubel L tersebut didapat dengan cara membeli dari seseorang yang bernama MSF yang beralamatkan di daerah Kabupaten Tulung Agung.

Dari pengakuan ERD tersebut, Unit Reskrim Polsek Sambit melakukan pengembangan dan pada hari  Sabtu(28/09/2019) sekira pukul 01.00 WIB berhasil menangkap tersangka MSF, di Dukuh Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, yang saat penangkapan kedapatan menyimpan barang bukti berupa 1 buah plastik warna putih  yang berisikan 1.000 butir pil doubel L, 1 buah plastik warna putih yang berisikan 4 butir pil doubel L dan di akuinya bahwa barang tersebut didapat dari tersangka  MR.

Berdasar pengakuan MSF,  petugas langsung melakukan pengembangan lagi, hingga berhasil menangkap tersangka MR dan FHH  di rumah kos yang berada di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Petugas langsung melakukan penggeledahan  dan berhasil menemukan barang bukti berupa  6 palstik klip yang berisikan serbuk kristal yang di duga sabu, 1 buah timbangan digital, 3  korek api, 2  buah bong ( alat Hisap ) , 7 bungkus platik yang masing masing plastik berisikan 1000 pil doubel L atau seluruhnya berjumlah 7000  pil doubel L, 8 bungkus plastik yang masing masing berisikan 50 butir pil doubel L atau seluruhnya berjumlah 400  pil doubel L.

“Saat ini ketiga pelaku diamankan di Rutan Polres Ponorogo guna pemeriksaan dan pengembangan kasus,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edi Sucipta.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 palstik klip yang berisikan serbuk kristal yang di duga sabu, yang kesemuanya kurang lebih seberat  1,8 gram;1 buah timbangan digital; 3 korek api; 2 buah alat bong; 7  bungkus platik yang masing masing berisikan 1000 butir pil doubel L atau seluruhnya berjumlah 7000 butir pil doubel L; 8 bungkus plastik yang masing masing  berisikan 50 butir pil doubel L atau seluruhnya berjumlah 400 pil doubel L; 1 buah plastik yang berisikan 1.000 butir pil doubel L; 1 linting kertas yang berisikan 3 butir pil doubel L.; 2  butir pil doubel L; 1 buah plastik warna putih  yang berisikan 4 butir pil doubel L; 3 buah Hand Phone ; 2 buah kartu ATM; 1 buah gunting; 1 buah tang potong.

Atas perbuatanya tersebut, para tersangka disangka telah melakukan tindak pidana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika Gol. I bukan tanaman. Dan mengedarkan Pil warna putih yang pada salah satu permukaannya terdapat huruf ‘’ LL’’ secara bebas kepada orang lain.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 112 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika; pasal 196 atau 197 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.