Anggaran KPA Minim, Pendampingan ODHA di Jombang Tidak Maksimal

image
Sekertaris KPA Kabupaten Jombang Mulya menunjukan lembar balik yang digunakan untuk penyuluhan.

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Tingginya angka penderita HIV/Aids yang tidak diimbangi dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah, dapat mengakibatkan penanganan HIV/AIDS tidak berjalan maksimal. Komisi Penangulangan Aids (KPA) Kabupaten Jombang Jawa Timur mengaku minimnya dana yang didapat menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi dalam penanganan Orang dengan HIV-Aids (ODHA) yang ada di Kabupaten tersebut.

“Ditahun 2016 total dana yang ada hanya Rp. 350 juta sedangkan ditahun 2017 mendatang karena ada rasionalisasi anggaran jumlahnya turun menjadi Rp. 345 juta saja,” ungkapnya.(01/12/2016).

Dengan minimnya anggaran tersebut menurut mulya pihaknya harus memutar otak agar pendapingan terhadap ODHA di Kabupaten Jombang dapat berjalan optimal. Selain itu anggaran tersebut juga dipergunakan untuk operasional kantor serta program kerja untuk KPA.

“Mulai untuk pemgembangan jejaring, Kebutuhan Sekertariat, rapat koordinasi, operasional kantor hingga pembuatan lifet dan lembar balik untuk penyuluhan kita ambilkan dari dana tersebut,” tegasnya.

Mulya pun berharap agar ada penambahan dana untuk KPA Jombang, agar pendampingan dan kinerja dari KPA Kabupaten Jombang dapat berjalan dengan optimal.

KPA Kabupaten Jombang mencatat 1.002 kasus HIV/AIDS di Jombang dalam 16 tahun terakhir. Sebanyak 464 ODHA meninggal. Human Immunodeficiency Virus menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus itu juga melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Virus rapuh sehingga tak bisa bertahan lama di luar tubuh. Virus ditemukan pada cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan berupa sperma, cairan pada vagina dan anus, darah, juga air susu ibu (ASI). Tapi, virus tak bisa menyebar melalui keringat maupun urine.

Selain hubungan seks, penularan virus terjadi pada masa kehamilan ibu, kelahiran, dan menyusui. Cara lain, yaitu seks oral, pemakaian alat bantu seks bergantian, transfusi darah, dan pemakaian jarum secara bergiliran.(elo)