Terdakwa Korupsi Pasar Plumpang Dituntut 4 Tahun

ilustrasi
ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, TUBAN : Dua terdakwa kasus korupsi dari renovasi Pasar Plumpang, dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban selama 4 tahun penjara.

Dalam sidang kali ini pembacaan tuntutan atas terdakwa Tumito, Kepala Desa (Kades) Plumpang, Kecamatan Plumpang, dan Munthohir, selaku Ketua Koperasi Pasar Plumpang, digelar di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya.

Ery Wibowo, selaku salah satu JPU Kejaksaan Tuban menuturkan, akibat korupsi yang dilakukan terdakwa hingga membuat proyek gagal, negara harus mengalami kerugian sekitar Rp 285 juta.

“Dua terdakwa dituntut hukuman 4 tahun penjara, karena korupsi pembangunan padas, yang merugikan negara sebesar Rp 285 juta ,” ujarnya. Jumat (02/12/2016).

Masih menurut Ery, terdakwa siap mengembalikan uang kerugian negara dari proyek pasar yang dulu dikerjakannya.

Proyek tersebut merupakan proyek renovasi Pasar Plumpang yang menelan dana hibah Rp 900 juta dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia pada tahun 2013 -2014.

“Mereka berdua telah mengembalikan uang kerugian negara,”  tegasnya.

Kasus yang diusut Kejari Tuban bermula saat ditemukan beberapa bangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Serta laporan pertanggungjawaban proyek, ditemukan adanya kejanggalan dan tidak sesuai dengan bukti fisik di lapangan.

Setelah melakukan investigasi dan memanggil sejumlah saksi dalam kasus itu, Tuminto ditahan oleh tim penyidik. Dan selanjutnya diikuti dengan, tersangka Muthohir.

Mereka berdua merupakan warga Kecamatan Plumpang yang diduga bersekongkol melakukan tindak pidana korupsi sehingga merugikan negara dalam proyek tersebut.

Kini kedua pelaku jarus mempertanggungjawabkan atas apa yang dilakukannya, mereka dijerat pasal 2 Undang-undang 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dengan ancaman hukuman pidana paling lama 20 tahun. (elo)