PASURUAN, KANALINDONESIA.COM: Realisasi Program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pengganti proyek program operasi agrarian (prona) di keluhkan warga (pemohon PTSL). Pemohon program PTSL tersebut di mintai biaya 700 ribu oleh desa, entah dasarnya dari mana? Senin, (02/8/2021)

Kondisi ini di ungkap salah satu warga setempat, berinisial A (40tahun), ia mengeluhkan pembayaran PTSL di Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari, Pasuruan. Padahal menurutnya, di desa-desa lain Kecamatan Purwosari di minta biaya cuma 500 ribu, itupun tidak semua desa.

“Sebagai warga, otomatis kita keberatan dengan biaya yang di ajukan desa, sepengetahuan saya, biayanya di desa-desa lain maksimal 500 ribu,”keluhnya.

Di singgung soal musyawarah desa ( Musdes), terkait pembentukan panitia PTSL, A sebagai pemohon tidak pernah di undang dalam pembentukan panitia PTSL tersebut.

“Yang di undang itu, orang-orang tertentu saja,” ucap A.

Hal tersebut juga di sampaikan oleh warga desa yang lain, M (46tahun),” iya bener mas, di desa saya untuk mengurus sertifikat masal di tarik 700 ribu,perpetak tanah,” ujar M.

Di katakan M ,”Akibatnya banyak warga yang mengurungkan niatnya untuk mendaftar di program pendaftaran tanah sistematis lengkap di desa,” tandasnya.

Warga meminta kebijakan dari pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk menindaklanjuti, sebab, program PTSL adalah program pemerintah pusat yang di gratiskan kepada penerima,” kalau lebih dari 150 ribu itu bukannya pungli,” pungkasnya.

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here