Untuk Dapat Proyek di Pemkot Madiun, Kontraktor Harus Setor Upeti

untuk-dapat-proyek-di-pemkot-madiun-kontraktor-harus-setor-upetiKANALINDONESIA.COM, MADIUN : Terungkap, diduga para kontraktor diwajibkan menyetor upeti melalui bagian Administrasi Pembangunan (Adbang), Sekretariat Daerah Kota Madiun agar bisa mendapatkan proyek dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun.

“Jika ingin mendapatkan proyek di Pemkot Madiun, harus setor upeti diserahkan kepada pejabat Adbang. Baik itu, pejabat lama dan saat ini. Kenyataan harus seperti itu, jika tidak mau jangan harap dapat garapan,” jelas Ketua Asosiasi Jasa dan Konstruksi Gapeksindo Kota Madiun, Sutomo dikonfirmasi wartawan, usai diperiksa Tim Penyidik KPK, Jumat (02/12/2016).

Ia mengatakan upeti disetor dari para kontraktor mencapai 5℅-7℅, upeti itu diserahkan ke Adbang seperti diwajibkan jika ingin dapat garapan.

“Jangan harap dapat garapan atau proyek, jika tidak mau bayar upeti. Kenyataan itu sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Senada disampaikan, Ketua Gapensi Kota Madiun, Moch Rofiq menyatakan pemeriksaan dirinya menyinggung proyek-proyek pemerintah yang dikerjakannya.

Soal pemotongan dana proyek bagi kontraktor mendapatkan proyek dilingkup Pemkot Madiun, Rofiq membenarkan.

“Hal itu disinggung juga oleh penyidik (KPK), memang kenyataan seperti itu. Uang langsung diberikan kepada bersangkutan, jika tidak begitu kami tidak bekerja. Persyaratan itu, kami sampaikan kepada anggota, pemotongan tidak dikoordinasikan asosiasi,” ujarnya enggan menyebut jumlah uang atau prosentase pemotongan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Madiun Maidi dikonfirmasi usai dipanggil KPK, mengaku belum tahu tentang pemotongan dana 5℅-7℅ dari kontraktor mendapatkan proyek di Pemkot Madiun.

“Saya belum tahu kontraktor menyerahkan kepada oknum pejabat Adbang Pemkot Madiun. Oh gitu ya. Aku belum tahu. Coba nanti dicek dulu,” ujarnya.(AS)