Seminggu Pasca Penanaman Pohon Oleh Presiden, Banyak Tanaman Mati, Karena Minim Perawatan

imageKANALINDONESIA.COM, TUBAN : Satu minggu sudah penanaman pohon serentak yang memecahkan rekor dunia oleh Presiden Joko Widodo di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Penanaman yang diselenggarakan oleh Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (HMN) nampaknya masih menyisahkan beberapa polemik, diantaranya status tanah yang ditanami masih belum jelas dan masih menjadi milik warga, belum lagi pembayaran uang akomodasi untuk warga yang ikut menanam belum juga diberikan, kini muncul permasalahan baru lagi, dengan banyaknya pohon yang mati akibat minim perawatan, sungguh sangat disayangkan.

Kegiatan menanam pohon sebanyak 238 ribu pohon yang ditanam diatas lahan seluas kurang lebih 23 hektar itu menelan anggaran yang cukup fantastis, yakni Rp 1,2 miliar, menurut salah satu sumber yang namanya enggan di piblikasikan. Namun kini yang tampak hanya sejumlah bibit pohon banyak yang tergeletak, ada pula yang terlihat layu dan tumbang layaknya tak terurus.

Sungguh sangat disayangkan, bahwa kegiatan penanaman yang dihadiri langsung oleh RI 1 itu, berfokus menanam saja tanpa adanya perawatan.

Salah seorang petani asal desa setempat yang sedang bercocok tanam, yaitu Asinah (53) mengatakan jika pihaknya turut mengikuti penanaman bersama Presiden waktu itu. Ketika ditanya mengenai kondisi tanaman banyak yang mati, pihaknya tak tahu menahu. Sebab saat Senin kemarin ia hanya disuruh untuk menanam dan dijanjikan dibayar sebesar Rp 25.000,- yang kini masih belum diterimanya.

“Saya tidak tahu mengenai perawatannya, kemarin saya hanya melakukan penanaman saja bersama warga lain,” ungkapnya, Senin (05/12/2016).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ahmad (57) asal Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu, Ahmad menyayangkan banyaknya pohon yang mati. Dia menilai seharusnya pohon yang sudah ditanam juga dirawat agar tetap hidup, namun nampaknya panitia hanya fokus terhadap suksesi penanaman, tanpa memikirkan perawatan.

“Setahu saya tidak ada perawatan, kalau ada perawatan tentu pohon akan terlihat hidup dan segar, ini saja banyak yang mati,”tegasnya.

Sementara itu, Kasmuri, Camat Jenu menuturkan, tidak ada pesan yang diterimanya mengenai perawatan pohon yang ditanam bersama Presiden tersebut Senin lalu itu.

“Itu yang menyelenggarakan adalah Koprabuh, kita tidak ikut campur dan juga tidak mendapatkan pesan apapun pasca penanaman berlangsung,” pungkasnya.

Sungguh disayangkan, kegiatan positif penanaman pohon yang memecahkan rekor dunia, seolah hanya sebatas pencitraan dan kegiatan seremonial saja, dan mengabaikan kepentingan serta manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.(elo)