Kapuspen TNI: Isu Penyusup Pada Aksi Super Damai 212 Tidak Benar

whatsapp-image-2016-12-05-at-16-28-33
Kapuspen TNI Brigjen Wuryanto

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Beredarnya isu yang berkembang di media sosial dan di masyarakat, terkait adanya penyusup yang dibayar oleh Ahoker untuk membunuh Presiden Jokowi dan Habib Riziq adalah tidak benar.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang saat itu ikut rombongan dan berada persis di belakang Presiden RI Joko Widodo mengatakan, bahwa tidak ada anggota Pasukan Pengamanan Kepresidenan yang menangkap oknum yang ditengerai merupakan salah satu pendukung Ahoker.

Untuk itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto di kediamanan, Minggu (4/12/2016), menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk lebih waspada dan selektif lagi dalam memilah dan memilih berita dan informasi yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, melalui media massa khususnya media sosial.

Kapuspen TNI berharap agar Doa Aksi Super Damai 212 yang berlangsung dengan tertib dan aman tersebut, tidak dinodai dengan isu-isu yang ingin mencederai umat Islam Indonesia dalam menyampaikan aspirasinya serta ingin membenturkan kelompok yang satu dengan kelompok masyarakat lainnya.

“Kita semua berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang datang ke Silang Monas untuk melakukan doa bersama untuk negara dan bangsa Indonesia yang tercinta ini, karena peristiwa 212 kemaren benar-benar mampu menunjukan kepada dunia bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin,” katanya.(ZAL)