Diduga Iuran BPJS Digelapkan Mantan Dirut, Buruh Outsorxhing PT. Excecutive Demo

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Ratusan Buruh outsorching PT.Excecutive demo di depan kantornya jalan Medokan Asri Timur IX no 10 Surabaya.senin 20/0/2019.

Mereka melakukan aksi ini lantaran iuran BPJS ketenaga kerjaan yang mengkafer jaminan kesehatan dan kecelakan kerja mereka tidak bayarkan oleh oknum mantan Direktur Utama PT.Excecutive (AS 46 tahun).

Dugaan penggelapan uang BPJS ini ketahuan,saat salah satu karyawan Jasa penyedia layanan tenaga kerja mengklaimkan dana pada pihak BPJS tidak bisa, dengan alasan belum membayar dan ada tunggakan.

Mereka yang di pekerjakan sebagai satpam dan Cleaning service di sejumlah pabrik dan mall yang ada di Surabaya dan Sidoarjo ini melakukan aksi protes,karena kesal,lantaran tidak bisa mengklaimkan ke BPJS,padahal tiap bulan gaji mereka terpotong untuk iuran jaminan kesehatan tersebut.

Dari kantor pusat PT.Executive semua pembayaran untuk jaminan kesejahteraan karyawanya tersebut sudah terbayar penuh tidak pernah menunggak.

Hal ini terlontar dari Sukma salah satu perwakilan dari kantor Pusat PT.EXCECUTIVE.

“Dari Excecutive pusat untuk pembayaran pada BPJS tidak pernah telat,semua sudah terealisasi lewat Direktur Utama yang ada di kantor Regional Surabaya,yakni Saudara AS,”kata dia,saat mediasi dengan sejumlah perwakilan buruh dan oknum mantan DIRUT Excecutive AS di kantornya saat itu.

Sukma menambahkan,”saya shock, ketika pihak BPJS menagih pada kami terkait tunggakan dana kesehatan tersebut,karena kami tidak merasa punya utang pada BPJS,bahkan pihak BPJS mengancam pada kami,kalau sampai pada akhir tahun 2019 semua tunggakan belum di lunasi,BPJS mengancam akan memfailitkan perusahaan kami,”tandas Sukma Dengan geram.

Sehingga,Pihak manajemen Excecutive pusat mengambil langkah melaporkan mantan Dirutnya ini ke Polrestabes Surabaya,dengan dugaan penggelapan dana BPJS,dengan nomor Laporan Polisi : LP/B/710/VIII/RES.1.24/2019/Jatim/RESTABES Surabaya,tanggal 15 agustus 2019.

Sementara oknum mantan DIRUT Regional Surabaya (AS) di dalam forum saat melakukan mediasi, mengatakan,”saya sudah melakukan pembayaran di beberapa termin,pembayaran pada BPJS memang sebagian belum terbayar,tapi ada yang sudah terbayar,”ujar AS.

AS menambahakan,”saya akan menghormati dan patuh pada hukum yang berlaku,karena saya sudah di laporkan pihak Manajemen Excecutive pada polisi,biar hukum nanti yang menjawab saya benar atau salah,”ujar AS melakukan pembelaan,di dalam forum.

Untuk sekedar di ketahui,AS datang menemui perwakilan buruh dan pihak manajemen PT.EXCECUTIVE saat mediasi,tidak seorang diri, melainkan membawa 5 orang pengacara yang mendampinginya.

Sementara Eko Koordinator Lapangan Aksi buruh mendesak pada Oknum (AS) untuk bertanggung jawab atas peristiwa ini.

“Untuk anda enak,asal menjawab,”ini bukan tanggung jawab saya lagi,karena saya bukan lagi karyawan Excecutive”,tapi coba anda lihat para karyawan yang terdholimi ini,mereka ini punya anak istri,mereka sebetulnya tidak tahu apa-apa,toh,tiap bulan gaji temen-temen ini terpotong untuk BPJS,terus siapa yang akan bertanggung jawab,”tandas Eko.

Mediasi berakhir dengan adanya pernyataan dari pihak manajemen PT.Excecutive akan bertanggung jawab atas semua jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja selama masih menjadi karyawanya.(Irwan)