Duh…Bapak dan Anak di Tulungagung ini Diamankan polisi, Apa yang Dilakukan?

Bapak dan anak pelaku pencurian saat diamankan polisi

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Polisi mengamankan BNS (47) dan anak lelakinya AD yang masih berusia 10 tahun warga Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, lantaran diduga telah melakukan pencurian uang dilaci Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masuk Kelurahan Botoran atau tepatnya di sebelah barat Pasar Ngemplak.

Mirisnya, bapak dan anak yang tinggal di Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut itu juga beraksi didua SPBU lain yakni di Lembupetang dan di Jalan dr Soetomo. Dari tiga lokasi tersebut, kedua tersangka berhasil mendapatkan uang sekitar Rp 23,3 juta.

Dari tangan para pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio AG 3775 RAN, sebuah jaket warna hitam, dan sebuah helm warna putih yang digunakan sebagai sarana pencurian. Selain itu, polisi juga menyita televisi 21 inch merk Sharp, sebuah hp merk Lavinix, dan sebuah hp merk SPC yang diduga dibeli dari uang hasil pencurian.

“Saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolsek, namun untuk AD tidak ditahan lantaran dibawah umur,” tegas Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Rudi Purwanto.

Rudi mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan pengelola SPBU di Kelurahan Botoran. Menurutnya, pada pertengahan Maret yang lalu uang di laci SPBU telah dicuri oleh seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun.

Saat itu, anak tersebut nyaris tertangkap. Namun ia sempat melarikan diri dengan naik sepeda motor yang ketika itu dikendarai pria lebih dewasa yang diduga adalah bapaknya.

“Jadi modusnya, mereka pura-pura membeli bensin. Saat petugas lengah, AD berjalan menuju ke laci dan mengambil uang. Setelah berhasil mereka kabur,” katanya.

Berbekal informasi tersebut lanjut Rudi, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, ternyata kejadian tersebut dengan modus yang sama juga terjadi di dua SPBU lain. Yakni di SPBU Dr Soetomo pada bulan Januari dengan uang yang dicuri sekitar Rp 1 juta, dan di SPBU Lembupeteng pada awal Oktober ini dengan uang yang dicuri sekitar Rp 350 ribu.

“Dari keterangan sejumlah saksi ternyata petugas menemukan benang merah kemiripan pelaku,” imbuhnya.

Rudi melanjutkan, bahkan di SPBU Lembupeteng aksi kedua pelaku sempat terekam kamera CCTV. Berbekal bahan keterangan (baket) tersebut akhirnya petugas berhasil menelusuri pelaku.

“Pelaku akhirnya berhasil kita amankan pada Sabtu (19/10/2019) siang di sekitar Jalan Panglima Sudirman,” ujarnya.

Masih menurut Rudi, awalnya kedua pelaku mengelak tudingan petugas. Namun, setelah ditunjukkan barang bukti dan keterangan dari saksi-saksi akhirnya mereka mengakuinya.

Berdasarkan pengakuan BN lanjut Rudi, uang hasil pencurian tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Namun ada juga yang digunakan untuk membeli barang barang seperti televisi dan ponsel.

“Alasannya penghasilannya dari buruh serabutan tidak mencukupi kebutuhannya. Akhirnya ia nekat mencuri,” terangnya.

Rudi menambahkan, untuk pelaku atas nama BNS dilakukan penahanan. Sedangkan AD tidak ditahan lantaran masih dibawah umur, tetapi proses hukum berlanjut.

“BNS mengaku baru tiga kali ini mencuri, sedangkan AD pernah tertangkap karena kasus pencurian hp,” ucapnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku bakal dijerat dengan pasal 363 ayat 1 e dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.