Aktifis Anti Korupsi, Berharap KPK Bongkar Peti Pandora di Jombang

ilustrasi
ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Kehebohan yang terjadi di Kota Santri setelah adanya penyidik KPK yang menggeledah kantor Sekda Jombang, yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di Nganjuk. Tidak berselang lama setelah kantor orang nomor 3 di lingkungan Pemkab Jombang digeledah KPK, Senin (05/12/2016) kemarin, Ita Triwibawati, Sekretaris Daerah Jombang, segera ditetapkan tersangka oleh komisi antirasuah tersebut, Selasa (06/12/2016)

Belum jelas, pada kasus apa persisnya Ita “terbelit mesra” dengan KPK. Namun sebagai penyegar ingatan saja, menurut situs realita.co, setahun lalu istri Bupati Nganjuk ini pernah dilaporkan Komunitas Pemuda Antikorupsi (KOMPAK) ke kepolisian dan kejaksaan tinggi.

Sekda diduga ikut memuluskan kemenangan 7 perusahaan kontraktor atas proyek APBD 2015 senilai hampir Rp. 48 miliar dengan rincian; 20 proyek dengan total nilai proyek sebesar Rp 39,29 miliar dari dinas PU Bina Marga Kabupaten Jombang, 8 proyek PU Cipta Karya, Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jombang senilai Rp. 6,7 miliar.

Yang mengejutkan, Kompak juga menuding, ketujuh perusahaan tersebut, diduga kuat milik kroni Ita. Mereka adalah PT. SACA, PT.ASPM, CV BK, CV S, CV AMA, CV DC, dan CV DC.

Atas situasi ini, Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LinK) yakni Aan Anshori mengapresiasi atas kinerja KPK atas capaiannya di Jombang, serta mendukung KPK untuk mengembangkan kasus dugaan korupsi tersebut, hingga kotak pandora terbongkar.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada KPK atas capaiannya di Jombang. Warga sudah sangat lama merindukan hukum tegak membabati para begundal yang tidak pernah puas menggangsiri uang rakyat. Mendukung 1000% KPK untuk mengembangkan kasus ini sehingga tidak menutup kemungkinan menyeret tersangka lain, baik dalam kasus yang sama atau lainnya,” ungkapnya, Selasa(06/12/2016)

Masih menurut A’an Anshori, kami juga mengingatkan kepada pejabat publik untuk menunjukkan komitmen antikorupsi, serta mengajak masyarakat Jombang, untuk menjaga martabat kota Santri agar bersih dari tindak pidana korupsi.

“Kami berharap kepada seluruh pejabat publik untuk menunjukkan komitmen antikorupsi, salah satunya dengan cara segera melaporkan harta kekayaan dan kewajiban pajak. Menurut catatan kami, pelaporan LHKPN di Jombang sangat rendah. Serta mengajak seluruh komponen masyarakat senantiasa menjaga kehormatan Kota Santri agar tidak dituding sebagai sarang korupsi. Karena bagaimanapun juga, korupsi merupakan perbuatan yang sama sekali tidak bermoral,” pungkasnya.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh Fais yang juga merupakan aktifis penggiat anti korupsi Jombang.

“Kedatangan KPK ke Kabupaten Jombang benar-benar membawa suasana adem panas pada pihak-pihak yang berkaitan dengan uang negara, hal ini cukup beralasan dikarenakan Ita selaku Sekda yang kemarin ruang kerjanya digeledah pihak KPK memberikan sinyal-sinyal terkait bukti-bukti kegiatan-kegiatan yang ada di pemerintahan Kabupaten Jombang, nah hal ini seharusnya dapat mendorong masyarakat Jombang agar memberikan informasi atau bukti-bukti terkait dugaan tindak pidana koropsi kepada KPK,” himbaunya.(elo)