Diduga Keracunan Sirup yang Disemprotkn, Dua Siswa RA di Tulungagung Dilarikan ke Puskesmas

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Dua murid Raudhatul Athfal (RA) Al Wathoniyah di Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung terpaksa dilarikan ke Puskesmas setempat karena diduga telah keracunan jajanan sejenis sirup yang cara konsumsinya disemprotkan ke lidah yang dibeli di pedagang dekat sekolah, Rabu(23/10/2019).

Kedua anak tersebut yakni Ahmad Nifal Kalis (6) warga Desa Jabon dan Akila Gibria Ziski (6) warga Desa Karangtalun Kecamatan Kalidawir.

Salah satu guru pengajar di sekolahan tersebut Muhimmatun Na’imah menceritakan, kejadian bermula saat anak-anak masuk jam istirahat yakni pukul 09.30 WIB. Seperti hari-hari biasanya mereka keluar kelas untuk membeli jajan.  Beberapa anak juga tampak membeli minuman rasa-rasa (buah) yang dikemas dalam botol kecil yang menarik.

“Cara meminumnya dengan disemprotkan di lidah dan di kecap-kecap. Katanya rasanya seperti rasa permen,” katanya.

Beberapa saat kemudian sekitar pukul 10.00 WIB lanjut Muhim, dua murid yakni Ahmad Nifal Kalis dan Akila Gibria Ziski tiba-tiba muntah-muntah. Bahkan saat itu wajahnya pucat dan mengeluhkan kepala pusing serta perut mual.

“Mengetahui itu keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat,” terangnya.

Masih menurut Muhim, ia menduga dua muridnya mengalami keracunan akibat sirup yang dijual pedagang keliling di sekitar sekolah. Bahkan, pihak sekolah baru pertama kali ini mengetahui jajanan seperti itu.

“Sejenis minuman sirup, tapa cara mengkonsumsinya disemprotkan ke mulut,” terangnya.

Sementara itu, orang tua Ahmad Nifal Kalis mengaku tidak mengetahui secara pasti sirup apa yang diminum anaknya. Ketika itu anaknya hanya berkata saat istirahat membeli minuman “semprotan”.

“Setelah diminum langsung muntah-muntah,” ungkapnya.

Terpisah, dokter Puskesmas Tunggangri Kecamatan Kalidawir Gendut Sutanto mengatakan, pasca kejadian pihaknya langsung melakukan observasi. Meski kondisinya cenderung membaik namun perlu perawatan lebih lanjut, untuk memastikan kondisinya.

“Tadi dari pihak sekolah juga sudah menunjukkan sampel minuman yang diduga dikonsumsi kedua anak tersebut,” imbuhnya.

Masih menurut Gendut, Untuk memastikan apa kandungannya perlu dilakukan uji laboratorium. Namun sekilas dari salah satu botol yang digunakan wadah sirup tersebut mirip dengan wadah inhaller yang biasa digunakan untuk obat pelega hidung dan tenggorokan.

“Sampelnya juga sudah kami serahkan ke polisi untuk di uji lab,”uacapnya.