Sidang Tilang di Tempat, Ops Zebra Semeru 2019 Polres Ponorogo Didominasi Pelanggar Dibawah Umur

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Sidang tilang ditempat diterapkan Satlantas Polres Ponorogo dalam menggelar Operasi Zebra Semeru 2019 yang digelar di Jalan Trunojoyo, Tambakbayan, Ponorogo, Jatim, Kamis(24/10/2019).

Para pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat menjalani sidang di tempat dan membayar denda, usai hakim memutuskan nilai besaran sanksi.

Pembayaran denda bisa langsung dilakukan di meja hakim yang disediakan di Eks Sub Terminal Cargo Tambakbayan, Ponorogo itu.

“Personil yang dilibatkan dalam Operasi Zebra 2019 antara lain, dari Polri sebanyak 32 personil, Kejaksaan Negeri 3 personil, Pengadilan Negeri 4 personil dan Dispenda sebanyak 10 petugas,” terang Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Bambang Prakoso kepada kanalindonesia.com.

Dielaskan AKP Bambang Prakoso, selain untuk mendukung Operasi Zebra 2019 juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan Lalu Lintas.

“Ternyata masih banyak pengguna jalan yang melanggar,” imbuhnya.

Dalam razia Operasi Zebra Semeru 2019 kali ini petugas menerbitkan 135 surat tilang dan 9 pengendara hanya mendapatkan teguran.

Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kendaraan yang kedapatan melanggar peraturan lalu lintas  yaitu 135 kendaraan dengan rincian sepeda motor ada 114, mobil penumpang sebanyak 12 mobil, mobil pikap sejumlah 6 kendaraan dan untuk truk sebanyak 3 kendaraan.

“135 pelanggar yang sidang di tempat itu, karena melanggar beberapa jenis pelanggaran. Diantaranya pelanggaran karena helem 6 pelanggar, safety belt 16 pelanggar, pelanggaran surat – surat 12 pelanggar, pengendara dibawah umur 94 pelanggar, perlengkapan berkendara 4 pelanggar dan lain -lain sebanyak 3 pelanggar. Untuk barang bukti yang diamankan berupa STNK sebanyak 114 lembar, SIM sebanyak 15 keping serta roda dua sebanyak 6 unit,” tegasnya.

Ketika disinggung ketiga orang turis mancanegara yang menggunakan tiga kendaraan Moge jenis Mercy yang ikut dihentikan petugas, ketiga warga asing itu lengkap surat-suratnya. Mereka memiliki tujuan ke Surabaya dari touring mulai Jateng.

“Sidang di tempat ini diapresiasi pelanggar karena efesiensi waktu dan tidak menunggu proses sidang di pengadilan,”pungkasnya.