Tersangka Kasus Pencabulan Ditahan, Ortu Korban Lega

 

 Tersangka pencabulan  tengah digelandang menuju mobil tahanan Kejari Madiun
Tersangka pencabulan tengah digelandang menuju mobil tahanan Kejari Madiun

KANALINDONESIA.COM, MADIUN : Buntut pengaduan orang tua korban pencabulan kepada Seto Mulyadi juga Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pasangan suami-istri Dimas Kurniawan-Yati Maryati, akhirnya membuahkan hasil.

Pada pelimpahan kedua dari Polsekta Manguharjo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun, pelaku pencabulan akhirnya ditahan, Selasa (06/12/2016).

“Kami punya pertimbangan untuk menahan tersangka, hal itu diatur dalam ketentuan. Pertimbangan subyektif penyidik, tersangka bisa melarikan diri. Lalu, pertimbangan lain tersangka sempat ditahan, meski sebentar oleh penyidik Polsekta Manguharjo,” jelas Kasi Pidum Kejari Madiun Moh Hambaliyanto.

Ia membantah penahanan ini, adanya pihak tertentu. “Tidak benar itu, pelimpahan pertama kasusnya medio September lalu. Baru hari ini, pelimpahan kedua dilakukan, kami sebelumnya memberikan pertimbangan untuk dilengkapi. Setelah dianggap cukup, tersangka bisa ditahan,” Moh Hambaliyanto lagi.

Tersangka yaitu BSW(21) warga Kecamatan Manguharjo, sekaligus tetangga korban SF (5).

“Tersangka dijerat pasal 82 ayat 1 UU Nomor 35/2002 tentang perlindungan anak hukuman 5-15 tahun penjara,” terangnya.

Sebelum ditahan, tersangka didampingi pengacaranya Handoko, diruang Pidana Umum sejak pukul 09.30.

Dilaporkan, pukul 12.10, tersangka BSW dibawa menuju mobil tahanan dan dikirim ke Lapas Madiun .

“Sosl jadual sidang, baru diketahui setelah dikirim ke pengadilan. Berkas secepatnya diselesaikan dan dikirim,” ujar Moh Hambaliyanto.

Menanggapi penahanan itu, Dimas Kurniawan mengaku lega, sebab saat masih di Polsekta Manguharjo sempat ditahan sebentar dan dilepas.

“Saya dan keluarga merasa lega, kami juga sampaikan rasa terima kasih tidak terhingga dukungan teman-teman wartawan,” ujarnya.

Ia menyatakan kasus itu dilaporkan sejak Juli lalu, tersangka sempat ditahan, tidak lama berselang keluar.

“Kami sempat dimediasi, agar kasus tidak diteruskan. Permintaan itu tegas kami tolak, setelah itu pihak keluarga tidak perhatian. Alat vital SF alami kena infeksi,” ujarnya.

Menyinggung perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, hingga kini belum ada.

“Sampai hari ini, belum ada perhatian, mas. Kami berharap ada perhatian menyangkut kesehatan anak. Padahal, Kak Seto juga mengharapkan ada campur tangan Pemkot,” pungkasnya.(AS)