Konjen RI Jedah Melakukan Pertemuan Dengan Kadin Madinah Dalam Rangka Kerjasama Peningkatan Ekspor Indonesia ke Arab Saudi

Konjen RI di Jedah
Konjen RI di Jedah

KANALINDONESIA.COM, MADINAH : Kota Madinah merupakan kota tujuan bagi masyarakat seluruh dunia untuk melakukan kegiatan Haji dan Umrah, termasuk dari Indonesia.

Tidakkurangdari 150 ribu orang Indonesia setiap bulannya mengunjungi kota ini dalam rangka ziarah yang merupakan satu rangkaian dari kegiatan ibadah umroh. Jumlah orang Indonesia ini terus meningkat dengan adanya jama’ah haji yang mencapai 180 ribu orang per tahun.

KJRI berterimakasih atas penerimaan yang ramah dan bersaudara oleh warga Madinah kepada para jama’ah haji dan umroh Indonesia.

Hubungan persaudaraan tersebut menjadi dasar yang sangat kuat untuk ditingkatkan kesektor-sektor lain dan mengajak Al-Madinah Chamber of Commerce and Industry (KADIN Madinah) untuk bersama-sama mengidentifikasi potensi-potensi baru yang dapat dikembangkan untuk kemaslahatan bersama.

Konsul Jenderal R.I Jeddah, M Hery Saripudin pada saat melakukan kunjungan kerja pada hari ini tanggal 7 Desember 2016 ke KADIN Madinah mengatakan bahwa kedatangan jama’ah umroh dan haji ingin dimanfaatkan sebagai jalan untuk meningkatkan kegiatan usaha ke Arab Saudi. Arab Saudi akan menyelenggarakan event-event pertemuan bisnis yang melibatkan para pengusaha asing yang sedang melaksanakan umroh dan haji.

Hal ini dilaksanakan dengan bersandar pada riwayat haji di zaman Rasulullah SAW dan tergambarkan dalam doa haji :Allahummaj’alhu Hajjan Mabrurawa Sa’yan Masykurawa Dhanban Maghfurawa ‘Amalan Shalihan Maqbulawa Tijaratanlan Tabur. (Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, sai yang dihargai, dosa yang diampuni, amalan shalih yang diterima dan perniagaan yang tidak akan merugi).

Kadin Madinah hingga saat ini terus berupaya meningkatkan volume perdagangan di Kota Madinah dan sekitarnya.

Pembangunan berbagai sarana untuk perdagangan di wilayah-wilayah yang dihuni jama’ah umroh terus dilakukan. Kadin Madinah juga akan menyelenggarakan berbagai event pameran yang diharapkan dihadiri oleh pengusaha-pengusaha yang sedang berumroh atau berhaji.

KJRI Jeddah sebagai salah satu Perwakilan Indonesia di Arab Saudi sangat menyambut baik upaya Kadin Madinah dalam meningkatkan hubungan persaudaraan sesame muslim melalui perdagangan. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan harus pula diikuti oleh setiap kaum muslimin.

KJRI Jeddah juga selalu siap dan bersedia bekerja sama dengan Kadin Madinah untuk berpartisipasi dalam kegiatan pameran dagang yang diadakan oleh assosiasi pengusaha Arab Saudi ini. Selain itu KJRI juga dapat mendampingi pengusaha Indonesia yang berkunjung ke Arab Saudi untuk memperluas jejaring bisnis anggota Kadin Madinah. Diharapkan Kadin Madinah dapat memberikan calendar of eventstahun 2017 untuk disebar luaskan di Indonesia.

Investasi Arab Saudi di Indonesia :

Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah Bachtiar Saleh mengatakan total investasi keluar Saudi tahun 2014 sebesar US$ 5.396.000.000,-atau 16,1% dari total investasi negara-negara Arab. Jumlah proyek investasi yang dikerjakan oleh perusahaan swasta sejumlah 526 proyek senilai US$ 41,4 miliar.

Negara-negara penerima terbesar investasi Saudi adalah Tiongkok,Turki, UAE, Yordania, Korea Selatan, Mesir, Lebanon, Afrika Selatan, Pakistan dan AS.

Investasi di Tiongkok, Turki dan UAE mencapai 32% dari total investasi Saudi. Dalam kurun waktu bulan Januari 2003 s/d Mei 2015, Indonesia berada di urutan ke-13 penerima investasi Saudi, terdiri dari 8 proyek yang dikerjakan oleh 7 perusahaan dengan nilai total US$ 695,600.000,-.

Bagi Indonesia, selama tahun 2015 Iran menjadi investor Timur Tengah terbesar dan berada di urutan ke 8 total negara-negara investor.Setelah itu adalah Yordania (16), UAE (19) kemudian Arab Saudi di urutan 22. Nilai investasi Saudi dalam kurun 2010-2015 hanya sebesar US$ 34 juta atau 0,02% dari total FDI.

Bagi masyarakat dunia, Indonesia merupakan Indonesia pasar yang besar dengan system politik dan ekonomi yang stabil. Dengan jumlah penduduk 255 juta jiwa Indonesia adalah pasar potensial. Ditambah lagi dengan pemberlakuan ASEAN Economy Community yang merupakan pasar ke-3 terbesar di dunia. Kekuatan ekonomi Indonesia dan kedekatang eografis menjadikan Indonesia tempat yang paling tepat untuk membangun dan mengendalikan usaha.

Indonesia mempunyai Produk Domestik Bruto (GDP) sebesar US$ 878 miliar atau 38,67% dari total GDP seluruh Negara anggota ASEAN.

Di sector ekonomi, Indonesia juga mengalami pertumbuhan ekonomi 5,02% per tahun. Tingkat pertumbuhan GDP (GDP Annual Growth rate) rata-rata tahun 2000 hinggal 2016 sebesar 5,35%. Pemerintah juga gencar melakukan melakukan reformasi system investasi dengan memberlakukan 186 peraturan baru dalam rangka memberikan kemudahan bagi investor termasuk memberikan preferensi bagi investor Arab Saudi untuk mencari keuntungan di 3 sektor mega proyek, yaitu : Pengilangan minyak, pembangunan rumah murah, dan pembangunan pariwisata.

Komoditi Furniture dan SanitasiUntuk Pembangunan Hotel di Madinah

Gunawan ITPC Jeddah pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa dengan Vision 2030 Saudi Arabia yang menargetkan jumlah wisatawan umroh sebesar 30 juta orang mulai tahun 2030. Kerajaan sedang mempersiapkan dukungan infrastruktur transportasi antara lain the Haramain Train. Pada sector perhotelan, jumlah kamar akan digandakan untuk memenuhi kebutuhan 88 juta pengunjung baik wisatawan religi, turis maupun bisnis. Madinah adalah salah satu kota yang menjadi pusat pembangunan di sector wisata ini.

Selama ini KJRI Jeddah menyambut baik dengan program Kerajaan untuk meningkatkan pelayanan umroh dan haji, khususnya pengembangan transportasi, penambahan daerah tujuan wisata dan penambahan jumlah kamar hotel. Program ini tentu akan memudahkan para jama’ah. Selain itu bermanfaat bagi penduduk Madinah Karena membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan.

Salah satu komoditi Indonesia yang mempunyai peluang besar untuk mensupplai peningkatan permintaan di Arab Saudi termasuk di kota Madinah adalah komoditi produk kayu Indonesia yang memiliki kualitas dan keindahan yang sudah terkenal di seluruh dunia.

Indonesia dapat bekerja sama dengan menyediakan furnitur dan peralatan sanitasi untuk kebutuhan hotel-hotel dan perumahan.