Satreskoba Polres Tulungagung Amankan Tiga Orang Pengedar Narkotika

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak tiga orang dengan terpaksa digelandang ke Mapolres Tulungagung pada Sabtu (26/10/2019) malam. Pasalnya, ketiganya diduga sebagai pengedar narkotika golongan satu jenis sabu. Tak tanggung-tanggung, dari ketiga tersangka petugas menyita sabu-sabu sebanyak 2,53 gram sabu.

Mereka adalah BM alias Ocol (24) warga Kelurahan Kutoanyar yang berpfofesi sebagai perawat kuda, AF alias Pendek (26) warga Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung merupakan karyawan PDAM, dan BFR alias Petak (23) warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol).

“Saat ini ketiga tersangka sudah diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipda Anwari.

Dijelaskan, tertangkapnya ketiga tersangka yang merupakan satu jaringan tersebut bermula dari informasi yang diterima petugas. Bahwasanya di pinggir kali (pinka) masuk Kelurahan Kutoanyar ada indikasi peredaran narkotika jenis sabu.

“Berbekal informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Setelah beberapa hari memantau lokasi lanjut Anwari, akhirya petugas berhasil mengidentifikasi target. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan BM alias Ocol di rumahnya pada Sabtu pukul 06.45 WIB berikut barang bukti sabu seberat 2,33 gram.

“Ocol tidak bisa lagi mengelak, sebab petugas juga menemukan barang bukti lain seperti sebuah timbangan elektrik, buku catatan penjualan sabu, sebuah skrop dari sedotan, sebuah alat hisab sabu, dan sebagainya,” ujarnya.

Anwari melanjutkan, dari penangkapan tersebut petugas langsung melakukan pengembangan. Berdasarkan keterangan dari Ocol ditambah petunjuk yang lain akhirnya petugas berhasil menguak target lain yang masih satu jaringan.

“Hasilnya pada pukul 22.00 WIB, petugas kembali menangkap Pendek dan Petak di Kelurahan Sembung. Saat itu keduanya diduga seusai pesta sabu,” imbuhnya.

Dari ketiga tersangka, hanya Ocol yang merupakan residivis. Dimana ia baru bebas sekitar 3 bulan yang lalu setelah divonis 1,5 tahun penjara di tingkat kasasi. Ketika itu, Ocol ditangkap anggota dari Blitar.

“Kalau Pendek dan Petak baru mengaku sekitar 3 bulan berhubungan dengan barang haram tersebut,” jelasnya.

Kepada petugas, Ocol mengaku mendapatkan sabu dari seseorang yang berinisial K warga Kecamatan Ngunut. Dimana setiap 1 gram dibeli seharga Rp 1,050.000. Kemudian sabu tersebut dipecah-pecah dan dijual per poket seharga Rp 200 ribu. Adapun cara transaksi dengan K diranjau, sedangkan dengan Pendek transaksi dilakukan secara langsung.

“Berdasarkan hasil tes urin, ketiga tersangka juga positif,” katanya.

Anwari menambahkan, kini ketiga tersangka masih dalam proses penyidikan. Petugas juga terus berupaya untuk mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap jaringan diatas maupun dibawah Ocol.

Atas perbuatannya, Ocol dan Pendek bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Petak, dijerat dengan pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf (a) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)