SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Hanya karena tak terima melihat tangan sang istri ditarik oleh pria idaman lain (PIL). Hasan yang reflek melakukan penganiayaan terhadap Syaifuddin Sahab (22) hingga tewas kini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (4/8/2021).

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ugik Ramantyo dari Kejari Tanjung Perak, kejadian pembacokan dilakukan Hasan pada korban, warga Jalan Tenggumung, Semampir Surabaya ini secara reflek, yakni melindungi sang istri saat ia melihat korban sedang menarik narik tangan istrinya.

“Saat kejadian, pada Selasa (2/3/2021) sekitar pukul 08.30 WIB, terdakwa sepulang kerja di rumah pemotongan hewan Jalan Pegirikan Semampir Surabaya hendak ke rumah Jalan Sawah Pulo Kulon. Namun tepat di Jalan Tenggumung Wetan Gang Mangga, terdakwa melihat sang istri di depan sebuah rumah No.17 sedang memarkirkan sepeda motor,” kata JPU Ugik membacakan surat dakwaannya di persidangan, (4/8).

Disana Lanjut Ugik, terdakwa Hasan memantau istri dari jarak agak jauh. Terdakwa penasaran dan mencari tahu soal keberadaan sang istri dalam rumah tersebut. Lalu terdakwa masuk ke dalam lewat bagian dapur dan ternyata masih ada pintu lagi.

“Ketika menengok ke sebelah kiri, tepatnya di samping rumah korban, terdakwa melihat tangan istrinya di tarik-tarik oleh korban,” imbuhnya.

Secara reflek terdakwa langsung memukul korban di bagian bahu sebelah kiri, hingga korban melepas tangan istri terdakwa.

”Selanjutnya korban membalas memukul terdakwa. Setelah itu istri terdakwa lari dan keluar dari rumah tersebut,” kata Ugik.

Kemudian, JPU menerangkan saat itu secara reflek terdakwa langsung mengambil sebilah pisau yang sebelumnya terdakwa selipkan di celananya.

“Sebilah pisau tersebut lalu terdakwa tusukkan ke bagian dada sebelah kiri, bagian punggung sebelah kiri dan menyabetkan pisau tersebut secara membabi buta,” terangnya.

Akibat tusukan dan sabetan itu, korban akhirnya tersungkur di lantai. Setelah itu terdakwa bersama isterinya langsung pulang ke rumah. Dalam kasus ini, perbuatan terdakwa diancam Pasal 351 ayat 3 KUHP dan Pasal 338 KUHP. Ady

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here