Pangdam V/ Brawijaya Tutup TMMD ke-106 Kodim 0802/ Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Panglima Kodam V/ Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Wisnoe P.B. menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa(TMMD) ke-106 tahun 2019 yang digelar di lapangan Desa/ Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Kamis(31/10/2019).

Dihadapan peserta upacara dan juga para undangan, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan bahwa program TMMD sangat dibutuhkan karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“ Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD ini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD ternyata masih sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar dari wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sangat diperlukan sesuai dengan koridor undang-undang,”kata Panglima Kodam V/Brawijaya.

Pangdam V/ Brawijaya juga menyampaikan bahwa program TMMD adalah wahana untuk menciptakan sinergitas antara TNI dan masyarakat untuk mengatasi segala permasalahan bangsa,“terang Pangdam.

Baca:  Panglima TNI : Tugas Menjaga Perdamaian Dunia Suatu Kebanggaan

Diketahui pelaksanaan TMMD selama tiga puluh hari sejak tanggal 2 Oktober 2019 sampai dengan 31 Oktober 2019 para prajurit bersinergi dan bergotong royong dengan Pemerintah Daerah serta segenap komponen bangsa lainnya, bahu membahu menyelesaikan program TMMD ke-106.

“Kebersamaan ini merupakan wujud sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan  bangsa pada masa sekarang ini, termasuk membantu Pemda mempercepat pembangunan di daerah, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara,“ jelas Pangdam V/Brawijaya.

Di akhir amanat dan sebagai tindak lanjut dari program TMMD ke-106 tahun 2019, Pangdam V/Brawijaya memberikan beberapa atensi kepada para seluruh peserta upacara dan juga para hadirin antara lain agar terus memelihara kebersamaan dan kemanunggalan TNI-rakyat, pelihara semangat gotong royong, rawat hasil TMMD agar tetap bisa dirasakan manfaatnya, Dansatgas TMMD agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD sebagai bahan perbaikan TMMD kedepan serta ucapan terimakasih kepada para prajurit Satgas TMMD yang telah menyelesaikan program TMMD ke 106 dengan baik.

Baca:  Unik, Pohon Pisang Bertandan Dua Jadi Pusat Perhatian Masyarakat Pamekasan 

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno ditemui usai upacara penutupan TMMD ke 106 di lapangan Desa Sooko mengatakan,“kita sangat menghargai, mengapresiasi para tentara, para anggota TNI yang terlibat dalam TMMD kali ini. Apa yang mereka kerjakan ‘babar’ kalau istilah bahasa Jawanya. Babar itu dananya sedikit tapi dapatnya banyak,” ungkap Wabup Soedjarno.

Tidak hanya jumlah bangunan yang bisa banyak, tapi juga kualitas yang sangat baik. Hal ini, lanjut Wabup Soedjarno, karena kegotong-royongan yang terjalin antara para prajurit TNI dan warga masyarakat setempat. Wabup Soedjarno bahkan berharap TMMD bisa dilaksanakan setiap tahun.

“Namun tidak bisa seperti itu ya. Programnya dua tahun sekali. Dan juga memang harus ada anggaran yang dialokasikan dari Pemkab (Ponorogo) untuk kegiatan ini. Juga dana dari pusat dan Mabes,” ujarnya Sumringah.

Baca:  Kasum TNI : Sinergikan Rencana Program Anggaran Secara Akuntabel dan Transparan

Dengan TMMD ini, kata Wabup Soedjarno, banyak hal yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan memang berskala kecil tapi sangat mengena.

“Tapi sekali lagi terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada bapak-bapak TNI,” kata Wabup Soedjarno.