Pemilik Lahan Sayangkan Penanaman yang Pecahkan Rekor Dunia Tidak Izin

Pohon jati yang ditanam langsung oleh presiden jokowi nampak layu dan mati

KANALINDONESIA.COM, TUBAN : Penanaman serentak bersama Presiden Jokowi yang dilakukan oleh Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) dalam rangka memperingati Hari Penanaman Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (HMN), bertempat di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin lalu (28/11/16) masih menyisahkan banyak polemik.

Pasalnya penanaman yang berhasil menyabet penghargaan dunia Guinness World Records, dengan durasi waktu yang diperlukan satu jam berhasil menanam sebanyak 238 ribu pohon. Namun sungguh disayangkan untuk urusan penggunaan lahan masih tidak beres, sebab seminggu setelah penanaman pemilik lahan mengungkapkan kekecewaannya.

Pemilik Lahan yakni, M Ali Baharudin menyayangkan tindakan panitia ataupun penyelenggara yang tidak izin terlebih dahulu dalam menggunakan lahannya untuk penanaman tersebut.

“Saya tidak pernah dimintai izin atas penggunaan lahan, tiba-tiba saja tanah saya ikut ditanami,” ungkapnya, Kamis (08/12/2016)

Masih menurut Ali, lahan yang dimilikinya dan digunakan untuk penanaman luasnya adalah sekitar 5 hektar, tanah itu turut ikut Desa Sugihan berdekatan dengan Tasikharjo. Seharusnya penyelenggara harus menyelesaikan semua proses izin penggunaan lahan terlebih dulu sebelum melakukan penanaman bersama Presiden Jokowi.

“Ya kecewa sebenarnya, tetapi mau gimana lagi sudah terlanjur dan yang ikut menanam juga presiden,” keluhnya sembari penuh dengan kekecewaan.

Akhmad Sultoni selaku pengurus Koprabuh Bidang Kordinator Penanaman Nasional menampik terkait tudingan bahwa pihaknya menanam tanpa menggunakan ijin, karena menurut Akhmad untuk penggunaan lahan penanaman sudah diserahkan sepenuhnya kepada kepala desa di masing-masing tempat. Dan ini dianggap bahwa Koprabuh minta bantuan kepada Kepala Desa untuk menyediakan lahan yang digunakan untuk penanaman serentak.

“Kami lewat Kepala Desa dalam hal menggunakan lahan untuk penanaman kemarin, selebihnya kami tidak mengetahui,” kelitnya.

Perlu diketahui bahwa penanaman serentak yang dihadiri presiden kemarin nampaknya masih menyisahkan masalah, penanaman ini terlihat hanya acara seremonial, dikarenakan hingga sekarang pohon-pohon yang ditanam sudah layu dan mati karena tidak ada perawatan dari pihak panitia penyelenggara yakni Koprabuh.(elo)