Habis Pesta Miras Bersama, Dua ABG Dirudapaksa Empat Pemuda

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Nasib apes menimpa dua Anak Baru Gede (ABG) asal Kota Marmer sebut saja Mawar (15) dan Melati (14). Pasalnya, keduanya menjadi korban rudapaksa oleh empat pemuda yang tiga diantaranya baru dikenalnya.

Padahal, sebelumnya keenamnya sempat pesta miras di salah satu warung kopi (warkop) Pinggir Kali (Pinka) masuk Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung.
Tak terima dengan perlakuan keempat pemuda tersebut, kedua korban akhirnya kompak melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tulungagung.

“Laporan sudah kami terima, dan saat ini kasus tersebut tengah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA),” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipda Anwari.

Baca:  Kondisi Pasien yang Dicurigai Terpapar Covid -19 Asal Pacitan Mulai Membaik

Dijelaskan, kejadian tersebut bermula ketika kedua korban sedang minum kopi di salah satu warkop di Pinka pada Kamis (31/11/2019) petang. Disitu, kedua korban akhirnya bertemu dengan empat pemuda yang tiga diantaranya tidak dikenalnya.

“Jadi awalnya hanya Mawar yang kenal dengan L. Dimana L adalah satu dari empat pemuda tersebut,” katanya.

Di warkop tersebut lanjut Anwari, keenamnya sempat pesta miras hingga pukul 01.00 WIB. Karena merasa cuaca sangat panas, akhirnya keenamnya berinisiatif keluar warkop untuk mencari angin segar.

“Saat itu Mawar dibonceng L dan seseorang yang dipanggil Ton, sedangkan Melati dibonceng dua pemuda yang tidak dikenalnya,” terangnya.

Anwari melanjutkan, kedua sepeda motor tersebut menyisiri sungai ke arah selatan hingga masuk Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu. Saat situasi sepi, keempat pelaku langsung menjalankan aksinya. Mawar digagahi oleh L dan kedua temannya yang baru dikenalnya. Sedangkan Melati, diperkosa oleh Ton.

Baca:  Kejari Ponorogo Musnahkan Barang Bukti Sidang Narkoba dan Obat Terlarang

“Kedua korban sempat berontak, namun karena tak cukup kuat tenaga akhirnya pasrah,” imbuhnya.

Pasca kejadian atau sekitar pukul 05.00 WIB, kedua korban sempat dihantar kembali ke warkop semula. Tak terima dengan perlakuan para pelaku, Mawar dan Melati memilih melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Masih menurut Anwari, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk korban. Bahkan pihaknya juga sudah memvisum kedua korban.

“Hasil visum belum keluar, cumak sekilas memang ada luka baru,” katanya.

Anwari menambahkan, adapun barang bukti yang sudah diamankan yakni pakaian korban yang saat kejadian dikenakan. Pihaknya juga masih belum bisa memberikan keterangan lebih lantaran saat ini sedang ditangani petugas.

Baca:  Adu Banteng, Satu Pemotor di Tulungagung Meninggal

“Doakan saja semoga kasus ini segera terungkap,” tukasnya.