Perahu Baja Peninggalan Kolonial Hari Ini diangkat, Ditemukan Koin dan Peluru

Perahu baja yang diperkirakan peninggalan kolonial Belanda berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo. foto: kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ekskavasi perahu kuno yang diduga peninggalan zaman colonial Belanda di Bengawan Solo Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng, Lamongan dilanjutkan, Selasa (5/11/2019). Hasilnya ditemukan sejumlah benda-benda kuno seperti koin, peluru, dan kayu untuk landasan.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan perahu dimaksimalkan diangkat hari ini (6/11/2019). Temuan sementara terdapat tiga perahu membujur dari barat ke timur. Dua dari tiga perahu baja tersebut disambung menggunakan pengait baja. Sehingga panjangnya sekitar 7,6 meter.

Sementara koin yang ditemukan berupa mata uang Hindia Belanda 1902 dan 1909, nilainya 2,5 sen. Sedangkan peluru yang ada masih melekat di teropong, sehingga dikategorikan aktif. “Kita coba angkat hari ini untuk melihat ukuran pastinya sebelum diserahkan ke pemkab setempat,” ujarnya.

Baca:  OTT KPK di Yogyakarta Diduga Terkait Suap TP4D
Beberapa koin dan peluru yang ditemukan di sekitar perahu baja. foto: kanalindonesia.com

Kepala UPT Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Andi Muhammad Said, menjelaskan, pusat bersedia memfasilitasi pengangkatan. Sebab daerah tidak ada anggaran. Setelah diangkat, nantinya perahu diberikan kepada pemkab dan diletakkan di museum setempat. Perahu yang dikategorikan jenis perahu perang. Namun, perahu tersebut bias digunakan penumpang dan perdagangan. Perahu baja tersebut diindikasikan digunakan saat perang dunia I. pengangkatan perahu bakal lebih memvalidkan data.

Andi menilai pembuangan air secara manual menggunakan diesel kurang efektif. Alasannya waktu yang diperlukan lebih lama. Dia akan berkomunikasi dengan pemkab untuk menggunakan alat berat supaya mudah untuk dalam menguliti tanah yang ada di perahu. “Kalau secara manual memang bias, sepertinya akan memakan waktu lebih lama. Jadi kita akan mencoba akan menggunakan alat berat,” jelasnya.

Baca:  Kodim 0501/Jakarta Pusat BS Pam Incognito RI 2 Di Senayan National Golf Club

Kabid Kebudayaan Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, Mifta Alamudin menuturkan, pembuangan air disiapkan dua mesin diesel. Keduanya sudah beroprasi sejak hari Senin. Jika dibutuhkan alat berat untuk memudahkan maka pihaknya bias mengomunikasikan. Sebab sebelumnya sudah ada pembahasan lintas OPD untuk meminjam alat berat.

Jurnalis     : omdik

Kabiro     : ferry mosses