Tim Cobra Polres Lumajang Tambah 2 Tersangka Kasus Qnet, Ini Nama-Namanya…

LUMAJANG, KANALINDONESIA.COM: Tim Cobra Polres Lumajang menambah daftar tersangka kasus bisnis skema piramida milik perusahaan QNET (PT QN International Indonesia).

Dengan bertambahnya dua tersangka tersebut sampai saat ini Tim Cobra Polres Lumajang telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka.

Hal tersebut terungkap setelah digelar pers rilis di kandang Cobra Mapolres Lumajang.

Ke 14 orang tersebut berasal dari 3 perusahaan yang berbeda, namun dalam satu sindikat white collar crime yang menjalankan bisnis QNet dengan berbagi peran, yang telah ditetapkan tersangka 5 orang dari PT QN International Indonesia, 8 orang berasal dari PT Amoeba Internasional, 1 orang dari PT Wira Muda Mandiri.

Dalam pernyataanya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban menjelaskan, Tim Cobra akan menyidik pihak-pihak yang bermain dalam penipuan investasi yang dijalankan oleh perusahaan QNet

Baca:  Kasus MeMiles Tahap II, Direktur PT Kam And Kam Diserahkan ke Kejaksaan

“Kami akan menyidik kasus ini sampai ke akar-akarnya. Saya tidak segan-segan menyidik pihak-pihak yang bermain dalam penipuan investasi dengan skema piramida yang dijalankan oleh perusahaan QNet. Termasuk pihak-pihak yang memberikan izin tapi sebenarnya dia tahu kalau perusahaan ini menjalankan bisnis yang melanggar aturan perundang-undangan di Indonesia,” ungkap AKBP Arsal.

Ditambahkanya,“Tim Cobra telah menahan satu dari empat belas orang yang menjadi tersangka. Ia adalah Mohamad Karyadi selaku Direktur PT Amoeba. Dari ke empat belas orang tersebut terdapat satu orang warga negara asing yakni dari Malaysia. Ia adalah Stevenson Charles selaku Direktur Utama PT QN International Indonesia. Saya berharap kepada ke tiga belas orang yang belum kami tangkap, agar segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat atau ke Mapolres Lumajang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tahun 2010 tersebut.

Baca:  Menanti Aturan Baru Kementerian Perhubungan Untuk Mengakhiri Polemik Transportasi Online

Sebagai catatan, ke 14 orang tersangka yang dimaksud sebagai berikut :

8 tersangka dari direksi PT Amoeba Internasional, yaitu : GH(49) sebagai Direktur PT Amoeba; TH(49 ) sebagai Direktur PT Amoeba; DH(39) sebagai Direktur PT Amoeba; MA ( 49) sebagai Direktur PT Amoeba; AJ (44 ) sebagai Direktur PT Amoeba; KAN(38) sebagai Direktur PT Amoeba; EY(47) sebagai Direktur PT Amoeba dan MK(48) sebagai Direktur PT Amoeba (tertangkap).

Untuk 1 tersangka dari direksi PT Wira Muda Mandiri, yaitu: SYT (40) sebagai Direktur PT Wira Muda Mandiri

Sedangkan 5 tersangka dari PT QN International Indonesia, yaitu: SC(WN Malaysia) sebagai Direktur Utama PT QN International Indonesia; TAGR(52) sebagai Komisaris sekaligus merangkap sebagai manajer Operasional PT QN International Indonesia; Tom(60) sebagai Direktur PT QN International Indonesia; IHR(43) sebagai Direktur PT QN International Indonesia; HN( 65) sebagai Direktur PT QN International Indonesia

Baca:  Tolak Diskriminasi, Kapolres Undang Ketua Paguyuban Warga Papua di Lumajang