Jalur Ex Anjlokan Kereta Api Normal, Namun Kecepatan Masih Dibatasi

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Dua hari berlalu, setelah kejadian gangguan perjalanan hingga mengakibatkan rintang jalan (rinja) di Stasiun Barat dikarenakan adanya Kereta Api Wijayakusuma yang anjlok pada Selasa (05/11/2019) pukul 21.52 dan selesai dievakuasi pada Rabu (06/11/2019) pukul 7.21.

Kelambatan beberapa KA yang dari arah Jakarta, Bandung, maupun Surabaya yang melintas di Daop 7 Madiun masih terasa hampir rata-rata andil lebih dari 20 menit. Seperti halnya yang terjadi pada KA 156e (Singasari) relasi Pasar Senen – Blitar masuk stasiun Blitar 03.49 terlambat 29 menit, KA 176a (Brantas) relasi Pasar senen – Blitar masuk stasiun Wilangan 04.19 terlambat 23 menit, dan KA 182a (Kahuripan) relasi Kiara Condong – Blitar masuk Stasiun Babadan sudah terlambat 21 menit.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, “benar jalur kedua jurusan sudah bisa dilewati, artinya arah hulu sama hilir sudah normal dari kemarin, sehingga operasional KA juga kembali normal, dan semua rangkaian KA Wijayakusuma ex anjlokan dikirim ke Dipo Kereta Madiun, yang selanjutnya akan dikirim semuanya ke Dipo induk Purwokerto, namun meski begitu dari pihak unit jalan rel menentukan sementara kecepatan semua KA yang melintas di jalur bekas anjlokan dibatasi kecepatanya hanya 60 Km/jam,”ucap Ixfan.

Ditambahkanya,”jadi kembali kami sampaikan mohon maaf kepada para pelanggan, untuk dua hari kebelakang ini masih terdapat kelambatan pada perjalanan KA yang dinaikinya, kami harapkan besok semua  perjalanan KA sudah kembali normal sesuai jadwal dan pembatas kecepatan di jalur ex anjlokan dicabut supaya perjalanan KA sesuai pada ketentuan yang ditetapkan,”tegasnya.