Enam Begal Sadis Dicokok Polres Jombang

Enam tersangka begal diamankan di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: DAS (23) bersama 5 rekanya saat ini harus merasakan pengapnya jeruji besi tahanan mapolres Jombang, hal ini dikarenakan sandiwara pembegalan yang disutradarainya terhadap Sukamto. Pasalnya kejahatan pelaku begal ini berhasil dibongkar oleh Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jombang, Jawa Timur.
Kelima pelaku lainya yang berasil diringkus diantaranya, RKM (32) Har (28) Keduanya warga Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. DU(31), DB (25) Keduanya Warga Desa Wringinpitu Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, dan satu pelaku lainya yakni AS (26) warga Desa Kepunden, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Kepala sub bagian Humas (Kasubbag Humas) Polres Jombang, Iptu Subbadar menjelaskan, kronologis sandiwara pembegalan yang dilakukan oleh DAS tergolong rapi, awalnya, DAS bersama salah satu temannya mengajak korban SKM untuk menuju Desa Mojojejer,  Mojowarno, namun saat berada di area persawahan di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, korban dihadang ke lima pelaku dan diambil kendaraannya.
“Sehingga kejadian pembegalan tersebut seolah-olah murni pembegalan,” ungkapnya, Jum’at (09/12/2016).
Masih menurut Subbadar, korban yang melapor ke Sat Reskrim, Polres Jombang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, dan Hasilnya kecurigaan petugas mengarah kepada DAS yang sebelum berangkat bersama korban menyuruh korban untuk meletakan dompet dijok motor korban.
“DAS ditangkap di salah satu pom bensin yang ada di Kabupaten Mojokerto dan disitu diketahui ternyata kelima pelaku tersebut sebelumnya sudah dihubungi oleh pelaku utama yakni DAS, selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan hasilnya kelima pelaku lainya berhasil diringkus,”imbuhnya.
Saat ini keenam pelaku meringkuk dijeruji besi yang ada di Mapolres Jombang.

Selain itu juga petugas berhasil mengamankan empat sepeda motor, dua buah pedang dan satu buah kapak, uang tunai sebesar Rp. 867 ribu, lima unit handphone, serta dua buah KTP SIM dan ATM atas nama korban.

Selanjutnya para pelaku akan dikenakan pasal 365  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(elo)