PN Ponorogo Terima Surat Putusan Perkara Mantan Wabup Yuni Widyaningsih

Achmad Satibi ketua Pengadilan Negeri Ponorogo (Foto Arso_kanalindonesia.com)
Achmad Satibi ketua Pengadilan Negeri Ponorogo (Foto Arso_kanalindonesia.com)

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pengadilan Negeri(PN) Ponorogo menerima surat pemberitahuan putusan kasasi perkara mantan Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Yuni Widyaningsih dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kelas IA Khusus.

Diterimanya surat tertanggal 5 November 2019 oleh Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo pada Jumat (08/11/2019) pekan kemarin dibenarkan ketua PN Ponorogo Achmad Satibi.

“Kami menerima surat tertanggal 5 November 2019 dari Pengadilan Negeri Surabaya kelas IA khusus yang pada pokoknya mohon bantuan pemberitahuan tentang putusan perkara atas nama terdakwa Yuni Widyanigsih. Dalam putusan tersebut mengadili sendiri, menyatakan terdakwa Yuni Widyaningsih terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,”ucap ketua Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo Achmad Satibi saat ditemui kanalindonesia.com di kantornya yang berada di Jalan IR Juanda Ponorogo, Senin(11/11/2019).

Achmad Satibi menjelaskan, dalam surat putusan kasasi tersebut terdakwa telah divonis 6 tahun kurungan penjara, denda Rp200 juta, dan dengan ketentuan bila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Selain itu, dalam surat tersebut disebutkan, juga menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp1.050.000.000,-.

Saat ditanya tentang eksekusi, Achmad Satibi menyatakan jika hal tersebut bukan wewenangnya.

“Kami hanya dimintai bantuan untuk memberitahukan, dan hari ini nanti akan segera kami beritahukan kepada yang bersangkutan, untuk eksekusi itu bukan wewenang kami,”tegas Achmad Satibi.

Diketahui mantan Wabup Ponorogo Yuni Widyaningsih tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun anggaran 2012 dan 2013.

Sebelumnya, dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, majelis hakim menjatuhkan vonis kepada mantan Wakil Bupati Yuni Widyaningsih atau Mbak Ida 1,5 tahun tahanan kota dengan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan, uang pengganti Rp600 juta subsider 1 tahun kurungan dan membayar biaya sidang sebesar Rp 10.000,-.

Yang kemudian Yuni Widyaningsih mengajukan upaya banding dan pengadilan menjatuhkan putusan yaitu 4 tahun penjara, dengan denda sebesar Rp200 juta dan uang pengganti sejumlah Rp600 juta.(red)