Kasus DAK, JPU Siapkan 59 Lembar Dakwaan Untuk Eks Wabup Ponorogo

Kajari Ponorogo Suwandi didampingi Kasi Pidsus Heppy Al-Habibie

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ponorogo menyiapkan 59 lembar dakwaan untuk mantan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih yang akan dibacakan pada sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

“Dakwaan sudah siap. Ada sekitar 59-an halaman. Tim JPU juga sudah siap,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Happy Al Habibie.

Sebelumnya, Jaksa telah melakukan pelimpahan ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya, setelah JPU menerima hasil pemeriksaan dokter jiwa dari RS Bhayangkara, Surabaya, sebagai pembanding atas dua surat keterangan kesehatan jiwa yang diserahkan Yuni Widyaningsih, dari RS Jiwa Menur, Surabaya dan RS Hermina, Solo, Jawa Tengah. Surat tersebut diserahkan pada Senin (28/11/2016) pekan lalu.

“Rekomendasinya (dari dokter RS Bhayangkara, Surabaya) yang bersangkutan bisa disidangkan dan sejak kemarin sudah kami tetapkan sebagai tahanan kota. Kami tinggal menunggu penetapan jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor Surabaya,” ungkap Suwandi.

Suwandi membantah kabar yang beredar yang menyebut Yuni Widyaningsih gila. Dari pemeriksaan dokter, disebutkan bahwa Yuni Widyaningsih mengalami gangguan penyesuaian.

“Tidak gila ah. Lha wong boleh menjalani sidang kok rekomendasinya,” ujarnya.

Soal kemungkinan peningkatan status tahanan kota menjadi tahanan rutan atau lapas, Suwandi menyatakan hal itu masih sangat bisa. Namun, lanjutnya, untuk sementara pihaknya memilih melakukan penahanan kota.

“Sekarang masih wewenang kami untuk itu. Tapi begitu sidang, wewenang ada di hakim untuk melakukan penahanan. Baik sebagai tahanan kota, tahanan rumah atau tahanan rutan,” ujarnya.

Suwandi mengatakan pihaknya sangat optimistis tindak kejahatan yang dilakukan Yuni Widyaningsih akan bisa dibuktikan oleh pihak Kejari Ponorogo.

“Kita sudah sangat siap. Sudah melimpahkan perkara ke pengadilan ya berarti sudah siap membuktikan bahwa korupsi dilakukannya,” ungkap Suwandi.