Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar Di Perpustakaan dan Mushola

Bangunan ruang kelas yang ambruk sejak kemarin (foto: Elo_kanalindonesia.com)

gJOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Bangunan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang Jawa Timur, ambruk akibat dimakan usia.

Hal ini membuat puluhan siswa kelas 1 dan 2 di sekolah tersebut, terpaksa harus dipindahkan, ke ruang perpustakaan dan musholah untuk belajar.

Peristiwa ambruknya bangunan di ruang kelas 1 dan 2 SDN Dukuhklopo ini terjadi pada Minggu (10/11) pagi. Tampak seluruh bagian atap kelas ambruk dikarenakan struktur kayu telah keropos termakan usia.

Pantauan di lokasi pada Senin (11/11) pagi, terlihat serpihan genting dan kayu masih berserakan di dalam ruang kelas. Beberapa bagian sudut dinding kelas juga terlihat ada retakan-retakan.

Salah satu guru SDN Dukuhklopo Sunaryo menuturkan, ruang kelas yang ambruk itu sebelumnya dihuni oleh 47 siswa. Namun, sejak setahun lalu ruang kelas terpaksa dikosongkan lantaran khawatir dengan kondisi kelas yang hampir ambruk.

Baca:  Pimpinan Kampus Unwar Bali ke Lombok, Ada Apa?

“Untuk aktivitas belajar mengajar tidak ada, karena kondisinya sudah rusak jadi ruang dikosongkan,” ujar Sunaryo, Senin (11/11/2019).

Masih menurut penjelasan Sunaryo, usai ruang kelas 1 dan 2 ambruk pada Minggu pagi kemarin, kini ruang kelas sebelahnya juga ikut di kosongkan oleh pihak sekolah. Ruang yang dikosongkan ini merupakan kelas 5 yang dihuni 30 siswa. “Untuk kelas 2 diletakkan di ruang perpustakaan dan yang kelas 5 belajar di musalah,” ujarnya.

Lebih lanjut Sunaryo mengatakan, ambruknya atap kelas tersebut lantaran kayu penyangga yang sudah keropos lantaran dimakan usia. Pasalnya, sudah puluhan tahun sejak 1986, bangunan di sekolah itu tidak pernah ada renovasi.

Pihak sekolah mengaku sudah mengajukan bantuan untuk renovasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, namun belum ada tanggapan.

Baca:  Presiden Jokowi Instruksikan Pemugaran Benteng Van Den Bosch*

“Kurang lebih sudah 3 tahun yang lalu sudah diajukan tapi tidak ada realisasi, sampai bangunan ambruk sekarang ini,” paparnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 5 SDN Dukuhklopo Trizahroti Sitta, mengaku tidak nyaman dengan kodisi belajar mengajar yang dialaminya saat ini.

Ia berharap segera ada perbaikan kelas di sekolahnya itu, dari pemerintah daerah setempat. “Ya mintanya dibenerin lagi biar bisa belajar di kelas lagi,” pungkasnya.(elo)