Puluhan Tahun Tak Dapat Bantuan, Atap SDN Dukuhklopo Jombang Ambruk

Atap bangunan salah satu ruangan di sekolah SDN Dukuhklopo yang ambruk

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Atap ruangan kelas di SDN Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang ambruk pada Minggu (11/11) sore. Ternyata, dikarenakan faktor usia.

Bagaimana tidak, bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1987 itu, tidak pernah mendapatkan bantuan renovasi. Baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, maupun dari pemerintah pusat.

Hal ini diungkapkan oleh pihak sekolah, yang mengaku sudah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, namun tak direspon.

Bangunan yang ambruk itu merupakan ruang kelas 1 dan 2 yang dihuni 47 siswa. Sebelum ambruk, seluruh siswa di ruang kelas tersebut sudah diungsikan sejak setahun lalu karena khawatir dengan kondisi bangunan kelas yang rapuh dan retak-retak.

Baca:  Awas.. Jika di Sampang Tidak Pakai Masker Akan Disidang

Salah satu guru SDN Dukuhklopo Sunaryo mengungkapkan, pihak sekolah sudah mengajukan bantuan pembangunan ruang kelas sejak 3 tahun lalu.

Namun, pengajuan bantuan itu belum terealisasi hingga akhirnya ruang kelas yang diajukan untuk dibangun itu ambruk.

“Kurang lebih sudah 3 tahun yang lalu sudah diajukan tapi tidak ada realisasi, sampai bangunan ambruk sekarang ini,” ujar Sunaryo, Senin (11/11/2019).

Menurut keterangan Sunaryo, belum pernah ada renovasi yang dilakukan boleh Disdukbud Jombang sejak berdirinya sekolah tersebut atau sejak tahun 1987. Adapun perbaikan hanya berupa renovasi ringan di bagian jendela kelas. “Ini bangunan SD Inpres kira-kira tahun 1987. Untuk rehab total belum pernah, namun rehab ringan sudah pernah,” tegasnya.

Baca:  KPU se-Indonesia Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok

Lebih lanjut Sunaryo menjelaskan, robohnya atap kelas tersebut diakibatkan oleh struktur kayu penyangga yang sudah keropos lantaran termakan usia.

“Karena kondisi kayunya termasuk kuda-kudanya kurang bagus sehingga ambruk,” katanya.

Sementara, ia berharap pengajuan bantuan pembangunan kelas itu segera direspon Disdikbud Jombang. “Ya mudah-mudahan pembangunan segera bisa dimulai agar siswa bisa kembali belajar ke kelas,” pungkasnya.(elo)