Disdikbud Sebut Atap SDN Dukuhklopo Jombang Sengaja Dirobohkan, Ini Faktanya

Bangunan atap sekolah yang ambruk

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan atap ruang kelas SDN Dukuklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ambruk.

Bangunan tersebut ambruk pada Minggu (10/11) pagi. Beruntung tak ada korban jiwa. Mengingat bangunan tersebut sudah lama dikosongkan, lantaran pengajuan sekolah untuk renovasi tak kunjung turun dari pemerinrah daerah setempat.

Ambruknya, bangunan atap yang dikarenakan factor usia tersebut, dibantah oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Menurut Kepala Disdikbud, Agus Purnomo, ambruknya atap ruang kelas SDN Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, itu sengaja dirobohkan.

Pernyataan robohnya atap SDN Dukuhklopo karena disengaja ini disampaikan oleh Kepala Disdikbud Jombang, Agus Purnomo saat mengunjungi sekolah tersebut pada Senin (11/11) kemari.

Baca:  Kapolres Trenggalek : Kebocoran Arus Listrik Sebabkan Kebakaran Pasar Pon

Agus menyebut, bangunan kelas 1 tersebut sengaja dirobohkan karena sudah lama tidak dipergunakan.

“Bukan ambruk, diambrukan. Saya membuat surat untuk menyikapi persiapan musim hujan, bukan hanya bangunan tapi juga pohon yang sekiranya membahayakan harus dipotong,” ujar Agus pada sejumlah jurnalis, Senin (11/11/2019).

Tidak hanya itu, Agus juga menyebutkan bahwa ruang kelas tak kunjung diperbaiki karena berkaitan dengan Rombongan Belajar (Rombel). Ia juga menegaskan, bahwa tidak ada siswa yang belajar di luar ruangan kelas.

“Kalau ruangan berkaitan dengan rombel sudah cukup, siapa bilang tidak cukup. Itu cukup,” ujarnya.

Selain itu, Agus menjelaskan bahwa, pembangunan SDN Dukuhklopo ini tidak bisa dilakukan pada tahun anggaran 2020. Sebab, proses pembahasan APBD sudah ditutup. “Kalau tahun depan (tahun 2020, red) jelas tidak bisa. APBD tahun depan sudah closing,” tukasnya.

Baca:  Lamongan Mulai Produksi Benih Unggul

Pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Disdikbud, berbeda dengan kondisi sebenarnya di SDN Dukuhklopo, Jombang.

Ambruknya atap sekolah tersebut bukan sengaja dirobohkan seperti yang disampaikan Agus, melainkan murni roboh karena kayu penyangga sudah lapuk termakan usia.

“Asli roboh sendiri, karena sudah lapuk termakan usia. Tidak ada perintah merobohkan, itu roboh sendiri,” kata Kepala SDN Dukuhklopo Tri Miyati.

Miyati juga menuturkan, bahwa di sekolah tersebut kekurangan ruang kelas untuk belajar. Kekurangan tersebut dikarenakan ada 3 ruang sengaja dikosongkan karena khawatir roboh.

Tiga ruang kelas tersebut sebelumnya digunakan untuk kelas 1, kelas 2 dan kelas 5. Untuk saat ini, siswa-siswi tersebut masih terlihat memanfaatkan ruang perpustakaan dan musala untuk belajar.

Baca:  Puluhan Masa Formajob Geruduk Pemkab Jombang

Pantauan di lokasi, yang memanfaatkan ruang perpustakaan adalah siswa kelas 1A, dan di musala digunakan untuk kelas 5. Untuk kelas 1B dan kelas 2A menempati ruang kelas yang masih tersedia.

“Kelas 1 dan 2 bergantian pagi dan siang. Untuk yang kelas 5 bergantian dengan kelas 2A,” pungkasnya.(elo)