Peringatan Hari Pahlawan, Lorin Group Adakan Napak Tilas Semangat Kepahlawanan

Lorin Group anjangsana ke kediaman pak Djoko Ramlan

SOLO, KANALINDONESIA.COM  Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Lorin Group menggelar acara yang bertajuk Napak Tilas Semangat Kepahlawanan, Senin,  (11 /11/ 19).  Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 30 orang karyawan-karyawati Lorin Solo Hotel dan Syariah Hotel Solo. Adapun rangkaian acara yang digelar ini untuk memaknai kembali semangat kepahlawanan.

Semangat yang membuat pejuang pendahulu kita mau memegang senjata, rela mengorbankan nyawa atas sebuah ide besar, Indonesia merdeka. Kini setelah kemerdekaan sudah diraih, semangat kepahlawanan tentunya harus dimaknai dalam arti yang lebih luas yaitu tentang bagaimana mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat sesuai dengan profesi masing-masing.

Kegiatan ini dimulai dengan mengunjungi pendiri sekaligus pengelola Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah, Colomadu Ny. Eko Setiyoasih.  Saat ini tak kurang dari 100-an anak berkebutuhan khusus diasuh oleh ibu Eko.

“Pengabdian Ibu Eko yang dengan sukarela mendidik dan mengajarkan anak berkebutuhan khusus terutama dari keluarga tidak mampu untuk bisa mandiri merupakan alasan kami kenapa memilih Ibu Eko sebagai tokoh pahlawan masa kini yang pantas untuk diteladani,”jelas Public Relations Manager Lorin Solo Hotel Dhani Wulandari.

Selain berbincang langsung dengan Ibu Eko dan anak-anak SLB, kali ini manajemen Lorin Group memberikan bingkisan berupa paket sembako.

Ny. Eko menuturkan, bahwa perjalanan SLB menjadi seperti sekarang ini bukanlah perkara mudah, banyak sekali kendala yang dihadapi terutama terkait masalah pendanaan, namun niat baik pasti mendapatkan jalan. “Pelan namun pasti keberadaan SLB anugerah kini semakin diakui oleh masyakarat,”urainya.

Bertolak dari SLB Anugerah, rombongan Lorin Group menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti untuk melakukan tabur bunga. Disini, dilakukan doa bersama agar arwah para pahlawan senantiasa tenang dan diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian dilanjutkan kunjungan ke Bapak Djoko Ramlan. Djoko merupakan salah satu pejuang yang mempertahankan kemerdekaan RI saat terjadi agresi militer Belanda. Setelah sekutu dinyatakan menang di Perang Dunia II, Belanda kembali lagi ke Indonesia pasca Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Joko menceritakan, dirinya berjuang melalui laskar-laskar maupun kelompok pemuda yang akhirnya dinamakan Tentara Pelajar (TP) atau Brigade-17 TNI yang dipimpin Mayor Achmadi. Ketika ditanya oleh salah satu karyawan mengenai kondisi masyarakat saat ini yang mudah sekali terhasut dan terpecah-belah terutama oleh isu-isu seputar suku, agama dan ras, Joko mengungkapkan, keprihatinannya dan menyatakan salah satu benteng untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan penanaman akhlak dimulai dari keluarga serta harus dipertebalnya wawasan kebangsaan.@wn